AMBON (info-ambon.com)- Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menyoroti maraknya kasus tawuran antar pelajar, khususnya di tingkat sekolah menengah pertama (SMP), dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-67 yang digelar di Balai Kota Ambon, Senin (4/5/2026).
Dalam sambutannya, Wattimena mengaku geram terhadap fenomena kekerasan di kalangan pelajar yang dinilai mencoreng dunia pendidikan. Ia menilai, aksi tawuran yang melibatkan siswa usia 12 hingga 15 tahun menunjukkan adanya persoalan serius dalam pembinaan karakter di sekolah maupun lingkungan keluarga.
“Bagaimana kita mau mewujudkan pendidikan Indonesia maju kalau sekolah masih tawuran? Anak SMP usia 12 sampai 15 tahun sudah baku pukul, bagaimana masa depan mereka?” tegasnya.
Ia juga menyinggung kecenderungan masyarakat yang kerap menyalahkan pemerintah daerah setiap kali terjadi tawuran, tanpa melihat peran penting sekolah dan orang tua dalam mendidik anak.
Sebagai langkah tegas, Wali Kota menginstruksikan seluruh kepala sekolah di Ambon untuk segera mengambil tindakan nyata. Salah satunya dengan menggelar pertemuan khusus yang melibatkan siswa dan orang tua guna membahas larangan tawuran serta kekerasan di lingkungan sekolah.
Tak hanya itu, ia meminta setiap sekolah mendokumentasikan kegiatan tersebut dalam bentuk video dan mengirimkannya langsung sebagai laporan. Hal ini dilakukan untuk memastikan adanya upaya konkret dari pihak sekolah dalam mencegah kekerasan.
Wattimena juga mengarahkan para guru untuk menyisipkan waktu satu hingga dua menit sebelum pembelajaran dimulai guna memberikan pesan moral, termasuk imbauan anti-perundungan dan anti-kekerasan.
Menurutnya, berdasarkan data nasional, sekitar 62 persen anak di Indonesia pernah mengalami kekerasan verbal dan perundungan di sekolah. Ia menegaskan, kondisi tersebut tidak boleh terus dibiarkan.
“Sekolah harus menjadi tempat pembentukan karakter, bukan arena kekerasan. Ini catatan terakhir dan keras bagi kita semua,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia memberikan kewenangan kepada pihak sekolah untuk mengembalikan siswa kepada orang tua apabila dinilai tidak lagi bisa dibina dan terus melakukan tindakan kekerasan.
Wali Kota berharap, melalui langkah-langkah tersebut, kasus tawuran pelajar di Ambon dapat ditekan dan lingkungan sekolah benar-benar menjadi ruang aman bagi generasi muda. (EVA)








Discussion about this post