AMBON (info-ambon.com)- Anggota Komisi I DPRD Provinsi Maluku, Ismail Marasabessy, menyoroti dugaan campur tangan istri Bupati Seram Bagian Barat (SBB), Yenni Rosbayani Asri, dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Hal tersebut disampaikan dalam rapat antara Komisi I DPRD Maluku dengan Pemerintah Kabupaten SBB yang membahas persoalan aset daerah, Sabtu (2/5/2026).
Dalam rapat itu, pembahasan turut melebar pada dinamika pemerintahan di SBB yang dinilai tidak berjalan maksimal.
“Ini akibat dari adanya campur tangan sejumlah pihak di luar struktur pemerintahan, terutama manuver dari istri bupati,” kata Ismail.
Ia menilai keterlibatan pihak di luar struktur resmi pemerintahan berpotensi menghambat jalannya pembangunan di daerah yang dikenal dengan sebutan Bumi Saka Mese Nusa tersebut.
Selain itu, Ismail juga mengkritik kegiatan penyambutan terhadap Yenni Rosbayani yang dinilai berlebihan dan berpotensi membebani anggaran daerah.
“Penjemputan Ketua TP PKK sangat meriah, banyak pejabat hadir. Namun saat pembahasan aset daerah yang menyangkut kepentingan masyarakat, pimpinan daerah justru tidak hadir,” ujarnya.
Politisi Partai NasDem itu mengkhawatirkan penggunaan anggaran untuk kegiatan seremonial dapat berdampak pada terganggunya pelayanan publik dan pembangunan.
Ia menyebut masih banyak fasilitas umum di daerah yang membutuhkan perhatian, namun belum ditangani secara optimal.
“Banyak fasilitas publik yang rusak, tetapi tidak diperhatikan. Kalau kegiatan seremonial, semua berlomba-lomba hadir,” kata dia.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten SBB maupun dari Asri Arman terkait pernyataan tersebut. (EVA)







Discussion about this post