AMBON (info-Ambon.com)- Meningkatnya kasus percobaan bunuh diri di Jembatan Merah Putih dalam lima bulan terakhir memicu kekhawatiran masyarakat di Kota Ambon. Warga mendesak pemerintah dan pengelola jembatan segera memasang pagar pengaman guna mencegah jatuhnya korban jiwa.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, hampir 10 kasus percobaan bunuh diri terjadi di jembatan tersebut dalam kurun waktu lima bulan terakhir. Kondisi itu dinilai memerlukan langkah penanganan yang cepat dan serius.
Sejumlah warga mengusulkan pemasangan pagar pengaman setinggi dua hingga tiga meter di sepanjang sisi jembatan. Pagar tersebut diharapkan menggunakan konstruksi besi yang mengarah ke bagian dalam dan dilengkapi kawat duri, seperti sistem pengamanan di Jembatan Suramadu.
Menurut warga, langkah tersebut penting untuk meminimalisasi akses bagi orang yang berniat melakukan aksi bunuh diri di Jembatan Merah Putih.
Menanggapi hal itu, Bodewin Wattimena menyampaikan keprihatinannya atas maraknya percobaan bunuh diri di salah satu ikon Kota Ambon tersebut.
“Ini tentu sangat memprihatinkan dan harus menjadi perhatian bersama,” kata Bodewin, Minggu (10/5/2026).
Ia menilai penanganan persoalan tersebut tidak cukup hanya melalui pengamanan fisik, tetapi juga membutuhkan pendekatan sosial dan psikologis kepada masyarakat.
Menurut dia, orang yang memiliki niat kuat untuk mengakhiri hidup tetap dapat mencari cara lain apabila hanya mengandalkan pembatas fisik tanpa pengawasan yang memadai.
“Kalau hanya mengandalkan pagar pengaman, itu juga tidak sepenuhnya menjamin. Sebab orang yang memang sudah memiliki niat bunuh diri sangat sulit dicegah tanpa pengawasan selama 24 jam,” ujarnya.
Bodewin juga mengingatkan adanya fenomena peniruan atau copycat yang bisa terjadi setelah kasus bunuh diri mendapat perhatian luas.
Karena itu, ia mengajak keluarga dan masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi psikologis orang-orang di sekitar mereka, terutama mereka yang menunjukkan tanda-tanda depresi atau tekanan mental.
“Kepedulian keluarga dan lingkungan sekitar sangat penting agar persoalan-persoalan psikologis bisa diketahui lebih awal,” katanya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Ambon akan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk merumuskan langkah pencegahan yang lebih efektif, termasuk edukasi mengenai kesehatan mental kepada masyarakat.
“Pemerintah tentu akan mencari solusi terbaik bersama semua pihak agar kejadian seperti ini bisa diminimalisasi,” ucap Bodewin. (EVA)








Discussion about this post