Info Ambon
Senin, Mei 4, 2026
  • Pemerintahan
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Politik
  • Parlementaria
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Galery Foto
  • Lifestyle
    • Seni & Hiburan
    • Fashion
    • Food
    • Travel
  • Pemerintahan
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Politik
  • Parlementaria
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Galery Foto
  • Lifestyle
    • Seni & Hiburan
    • Fashion
    • Food
    • Travel
No Result
View All Result
Info Ambon
Home Kesehatan

dr Chandra: Tak Ada Rekayasa Penentuan Kasus Positif COVID-19 di Ambon

admin by admin
Juni 20, 2020
in Kesehatan
0
dr Chandra: Tak Ada Rekayasa Penentuan Kasus Positif COVID-19 di Ambon

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Ambon, dr Robert Chandra.

AMBON(info-ambon.com)-Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Ambon, dr Robert Chandra, menegaskan, tidak pernah terlintas di pikiran tim tracing dan tracking Kota Ambon untuk merekayasa pasien terkonfirmasi atau pasien positif COVID-19 di Kota Ambon.

Kepada info-ambon.com, di Ambon, Sabtu (20/6/2020), dr Robert Chandra yang merupakan kordinator tim tracing dan tracking Kota Ambon menyebutkan, saat ini beredar pemahaman di masyarakat, bahwa kasus terkonfirmasi positif bisa dibuat-buat atau direkayasa, sebab ada penilaian, kenapa dalam satu rumah ada suami positif, istri tidak, dalam satu rumah suami atau istri positif, anak-anak tidak, juga sebaliknya.

Menurutnya, jika kasus demikian, maka sesungguhnya itu tergantung daya tahan tubuh atau imunitas seseorang, dan sama sekali tidak ada rekayasa pemberitaan bahwa kasus positif bisa kita buat-buat saja.

‘’Semua yang diberitakan, itu semua hasil pemeriksaan yang rill dan data yang jelas. Kita tidak bisa hanya liat muka lalu bilang, ini positif, ini tidak. Itu keliru, sebab yang kami sampaikan, adalah berdasarkan data,’’ tegasnya.

Hal lain yang cukup menggangu pelaksanaan tugas tim kesehatan di lapangan adalah ada pemahaman bahwa COVID-19 ini adalah proyek untuk mendapatkan keuntungan bagi para tenaga kesehatan (Nakes).

‘’Untuk hal-hal seperti itu, saya kembali tegaskan lagi, itu tidak benar. Kalau itu tujuan untuk proyek, kami berdosa besar. Kami lakukan ini karena kemanusiaan dan tanggungjawab profesi kami. Apalagi, kita juga berpotensi tertular,’’ paparnya.

Para Nakes, lanjutnya, rela berpisah dengan keluarga, rela mengorbankan waktu dan tenaga, bukan soal mencari keuntungan, namun soal kemanusiaan dan sumpah profesi serta tanggungjawab ke masyarakat. ‘’Uang berapapun, tak akan sanggup membayar harga nyawa seseorang. Jadi kalau ada anggapan itu, sangat keliru,’’ tegasnya.

Dijelaskannya, kalau dikatakan untuk proyek, maka bisa saja setiap pelaksanaan rapid tes warga yang ditracing, kami meminta bayaran, namun ini tidak. Itu membuktikan, bahwa kami benar-benar kerja secara professional, untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Ambon dan Maluku umumnya.

Olehnya dia meminta dukungan masyarakat untuk kerja-kerja tracing dan tracking dilapangan saat ini, sebab tujuannya untuk menjaring dan mendeteksi dini mereka yang berpotensi tertular, untuk nantinya dilakukan penanganan dan perawatan segera.

Diakui, saat ini, tim tracing Dinkes Ambon, benyak menemui hambatan dilapangan, sampai ada yang dihadang dengan menggunakan senjata tajam, namun pihaknya tidak akan putus ada dalam menjalankan tugas.

Chandra sebutkan, saat ini sudah bermunculan klaster-klaster penyebaran baru di Ambon, khususnya dikawasan-kawasan yang padat penduduknya. Dia mencotohkan, di salah satu negeri di Ambon ada pada lingkungan kecil yang berdiri 3-4 rumah, ada sekitar 8 orang yang positif. Bisa kita membayangkan, 8 orang ini bisa menulari berapa jumlah orang dalam lingkungan itu, sementara dilapangan kita temui, bahwa masyartakat menolak dilakukan pemeriksaaan swab.

‘’Kami sudah lakukan pendekatan, namun ada statemen yang keluar dari warga bahwa, biar mereka meninggal, asal jangan ada petugas kesehatan yang datang ke rumah. Ini memang tantangan, namun kami terus lakukan pendekatan humanis untuk mengatasinya,’’ paparnya.

Disebutkan, kadang, banyak orang menilai, bahwa tugas yang diemban tenaga tracing di lapangan, mudah atau gampang saja, namun ternyata cukup sulit dan berat. ‘’Kita gencar sosialisasi di puskesamas terhadap kasus di masyarakat. Kita harap tidak ada penolakan,’’ paparnya.

Dia sebutkan, bisa saja tim tracing mundur karena ada penolakan itu, namun itu sama saja menaruh bom waktu yang setiap saat bisa meledak. ‘’Sebagai petugas kesehatan, rasa kemanusaan kita tidak menghendaki hal itu, kita punya tugas berat, tapi itu tugas yang harus kita jalankan. Kita akan upayakan untuk masuk dan mengobati masyarakat. Ada yang diancam menggunakan alat tajam, kita mundur, namun kita akan cari jalan persuasive lainnya dan tidak pernah putus ada,’’ sergahnya.

Ia menegaskan, apa yang pihaknya upayakan untuk masyarakat saat ini, adalah bertujuan memutus mata rantai penularan COVID-19 di Ambon, sebab jika tidak kerja keras sekarang,  akan kita tuai jumlah kasus yang banyak dimasa-masa depan.

‘’Kita himbau masyarakat kerjasama dengan kita, agar apa yang kita upayakan tidak sia-sia, kita kerja keras, agar mungkin bulan September kita sudah santai dan bisa melaksanakan tugas-tugas lain karena sudah tidak terganggu dengan COVID-19 lagi,’’ pintanya. (PJ)

Tags: dr Chandrakota ambonRekayasa COVID-19Sekdis Kesehatan Ambon
Previous Post

Kejari SBB- BPJS Kesehatan Teken MOU Terkait Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara

Next Post

Walikota: 3D, Cara Ampuh Putus Mata Rantai COVID-19 di Ambon

admin

admin

Related Posts

Antisipasi El Nino 2026, Polri Siagakan Puluhan Ribu Personel Cegah Karhutla

Antisipasi El Nino 2026, Polri Siagakan Puluhan Ribu Personel Cegah Karhutla

by Eva
April 16, 2026
0

AMBON (info-ambon.com)-Polda Maluku mengikuti arahan Wakapolri terkait antisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat fenomena El Nino 2026 yang...

PDGI Maluku Diharapkan Perkuat Layanan Kesehatan Gigi di Daerah

PDGI Maluku Diharapkan Perkuat Layanan Kesehatan Gigi di Daerah

by Eva
April 10, 2026
0

AMBON (info-ambon.com)-Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, menegaskan pentingnya peran dokter gigi dalam memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah Maluku...

Walikota Ambon Temui Wamenkes, Bahas Pembangunan RS dan Penanganan TBC

Walikota Ambon Temui Wamenkes, Bahas Pembangunan RS dan Penanganan TBC

by Eva
Maret 10, 2026
0

AMBON (info-ambon.com)- Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon mengusulkan pembangunan rumah sakit di Kota bertajuk Manise ini kepada Kementerian Kesehatan guna meningkatkan...

BPJS Kesehatan Pastikan Layanan JKN Tetap Optimal Selama Libur Lebaran 2026

BPJS Kesehatan Pastikan Layanan JKN Tetap Optimal Selama Libur Lebaran 2026

by Eva
Maret 10, 2026
0

AMBON (info-ambon.com)- BPJS Kesehatan memastikan layanan bagi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tetap dapat diakses secara optimal selama periode...

Maret 2026, DPPKB Ambon Bentuk Sekolah Lansia di Dusun Seri

279 Anak Masih Stunting, Pemkot Ambon Perkuat Intervensi Hingga Posyandu

by Eva
Maret 2, 2026
0

AMBON (info-ambon.com)-Pemerintah Kota Ambon (Pemkot) melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Ambon mencatat jumlah anak stunting mengalami...

Sekda Maluku Hadiri Bakti Masyarakat Forkopimda, Ratusan Warga Terima Layanan Kesehatan dan Bansos

Sekda Maluku Hadiri Bakti Masyarakat Forkopimda, Ratusan Warga Terima Layanan Kesehatan dan Bansos

by Eva
Februari 28, 2026
0

AMBON (info-ambon.com)-Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Sadali Ie, menghadiri kegiatan bakti masyarakat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Maluku yang diselenggarakan oleh...

Next Post
Walikota Ambon: Pemkot belum Terima surat Resmi PSBB dari Kemenkes

Walikota: 3D, Cara Ampuh Putus Mata Rantai COVID-19 di Ambon

Discussion about this post

 

/>

RSS PATNERT MEDIA OBORMOTINDOK.CO.ID

  • BAMAG 2026–2031 Dikukuhkan, Wagub Ajak Gereja Ambil Peran Nyata dalam Pembangunan
    OBORMOTINDOK.CO.ID. Palu– Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., secara resmi mengukuhkan Pengurus Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Provinsi Selengkapnya
  • Bupati Morowali Utara Pimpin Upacara Hardiknas, Pendidikan Jadi Prioritas Pembangunan Daerah
    OBORMOTINDOK.CO.ID. Hari Pendidikan Nasional 2026 di Kabupaten Morowali Utara berlangsung khidmat. Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson Hehi, bertindak sebagai inspektur upacara yang Selengkapnya
  • PAU Lakukan Turn Around, Akses Jalan Kompanga Dialihkan Sementara
    OBORMOTINDOK.CO.ID. BANGGAI– PT Panca Amara Utama (PAU) kembali melakukan penutupan sementara akses jalan di jalur patroli PT Donggi Senoro LNG menuju Dusun Kompanga, Desa Uso, Kecamatan Selengkapnya
  • Peringati Hari Buruh 2026, FNPBI Morowali Gelar Pendidikan Dasar Anggota II
    OBORMOTINDOK.CO.ID. Morowali– Dalam rangka memperingati Hari Buruh 2026, Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI) Kabupaten Morowali menggelar Pendidikan Dasar Anggota (PDA) II Selengkapnya
  • Camat Batui Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Gaungkan Pendidikan Inklusif
    OBORMOTINDOK.CO.ID. Banggai– Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tingkat Kecamatan Batui berlangsung khidmat di halaman SMA Negeri 1 Batui, Sabtu pagi (2/5/2026). Selengkapnya
  • May Day 2026 di Morowali Utara Kondusif, Buruh Aksi Damai Dikawal 150 Personel
    OBORMOTINDOK.CO.ID. MORUT– Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang jatuh pada Jumat, 1 Mei 2026 di Kabupaten Morowali Utara berlangsung aman, tertib, Selengkapnya
  • HARI BURUH ADALAH WARISAN TRADISI AMERIKA
    ( Oleh: Hendra Dg Tiro / Sekum HMI Cabang Luwuk Banggai ) OBORMOTINDOK.CO.ID. Banggai– Peringatan Hari Buruh setiap 1 Mei sering dipahami Selengkapnya
Info Ambon

  • Hubungi Kami
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • Redaksi
  • UU Pers

No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Politik
  • Parlementaria
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Galery Foto
  • Lifestyle
    • Seni & Hiburan
    • Fashion
    • Food
    • Travel