AMBON (info-ambon.com)-Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Ambon mengintensifkan pengawasan keamanan pangan takjil selama Bulan Ramadhan 1447 Hijriah/2026. Kegiatan ini dipusatkan di depan Masjid Raya Al-Fatah dan beberapa lokasi pada Jumat (27/2/2026).
Dalam kegiatan tersebut, BPOM Ambon menggandeng Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Kesehatan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ambon. Pengawasan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap Ramadhan dan hari besar keagamaan nasional lainnya.
Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, yang turut hadir dalam kegiatan itu mengatakan, kolaborasi tersebut bertujuan memastikan masyarakat mengonsumsi makanan yang sehat dan bebas dari zat berbahaya.
“Kita ingin memastikan masyarakat mengonsumsi makanan yang sehat dan tidak mengandung zat berbahaya. Ini rutin kita lakukan setiap hari besar keagamaan nasional,” ujar Bodewin di sela kegiatan.
Ia menjelaskan, pengujian dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan kandungan bahan berbahaya seperti boraks, formalin, serta pewarna yang tidak diperuntukkan bagi pangan.
Menurut Bodewin, hingga saat ini sekitar 135 sampel takjil yang diambil dari berbagai titik di Kota Ambon telah dinyatakan aman untuk dikonsumsi. Pada pengawasan kali ini, petugas kembali mengambil sekitar 30 sampel untuk diuji lebih lanjut.
“Kita berharap seluruh sampel yang diuji hasilnya aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dalam membeli dan mengonsumsi takjil,” katanya.
Ia menambahkan, pengawasan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjamin perlindungan konsumen serta memastikan pangan yang beredar di Kota Ambon memenuhi standar keamanan dan kesehatan.
“Semoga Ambon dapat menjadi kota dengan pangan yang aman, di mana seluruh produk makanan yang dijual terjamin kualitas dan kesehatannya sehingga tidak merugikan masyarakat,” tutup Wali Kota. (EVA)








Discussion about this post