AMBON (info-ambon.com)-Gereja Protestan Maluku (GPM) Seri menggelar kegiatan pengelolaan sampah rumah tangga sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup di Dusun Seri, Negeri Urimesing, Kota Ambon, Kamis (28/5/2026).
Kegiatan ini melibatkan kolaborasi antara jemaat gereja, pemerintah setempat, Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon, serta Bank Sampah Induk Bumi Lestari Maluku.
Program tersebut dilaksanakan sebagai respons terhadap meningkatnya volume sampah rumah tangga di wilayah dusun dan lingkungan gereja. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen GPM Klasis Pulau Ambon dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya, yakni rumah tangga.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan sosialisasi mengenai pengelolaan sampah berbasis pemilahan dari rumah tangga. Jemaat juga diperkenalkan dengan sistem bank sampah melalui demonstrasi pengelolaan sampah yang dapat didaur ulang maupun dimanfaatkan kembali.
Selain itu, DLHP Kota Ambon turut menyerahkan panduan teknis pengelolaan sampah kepada jemaat sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memilah sampah sejak dari rumah, sekaligus membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan di tingkat jemaat dan dusun,” ujar panitia kegiatan.
Program tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Ambon yang saat ini menjalin kerja sama dengan Bank Sampah Induk Bumi Lestari Maluku guna memperkuat komitmen pengelolaan sampah perkotaan.
Sebelumnya, GPM Klasis Pulau Ambon juga berhasil mengumpulkan sekitar 3 hingga 3,5 ton sampah plastik melalui kegiatan serupa yang melibatkan jemaat dari berbagai wilayah pelayanan.
Jemaat GPM Seri berharap kegiatan ini dapat menjadi model pengelolaan sampah rumah tangga berbasis gereja yang dapat diterapkan oleh jemaat lain di wilayah Klasis Pulau Ambon.
Melalui kegiatan tersebut, gereja diharapkan tidak hanya menjadi pusat pelayanan kerohanian, tetapi juga turut berperan aktif dalam mendukung terciptanya Kota Ambon yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (EVA)








Discussion about this post