AMBON (info-ambon.com)-Kantor Perwakilan Bank Indonesia (Kpw BI) Provinsi Maluku terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya memahami dan menjaga Rupiah melalui program Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP).
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Perwakilan BI Provinsi Maluku, Dhita Aditya Nugraha, mengatakan, edukasi tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk kepala desa, raja, serta warga di Kecamatan Leitimur selatan yakni negeri Leahari, Hutumuri, Rutong, dan Hukurila.
Menurut Dhita, pendekatan edukasi juga dikemas melalui pembentukan “duta marinyo” yang berperan menyampaikan informasi kepada masyarakat secara lebih dekat dan kontekstual.
Sosialisasi CBP tersebut digelar di Negeri Leahari, Kecamatan Leitimur Selatan, pekan lalu, dengan melibatkan ratusan warga.
Staf Unit Pengelolaan Uang Rupiah Kantor Perwakilan BI Provinsi Maluku, M. Subhan Latif, mengatakan edukasi CBP merupakan langkah penting dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap peran Rupiah.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin masyarakat semakin memahami pentingnya merawat dan menggunakan Rupiah dengan bijak. Rupiah bukan hanya alat transaksi, tetapi juga simbol kedaulatan bangsa yang harus kita jaga bersama,” ujar Subhan.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mengenali ciri-ciri keaslian uang Rupiah serta tidak merusak fisik uang dalam aktivitas sehari-hari.
Dalam kegiatan tersebut, materi edukasi disampaikan secara interaktif oleh Duta Muda CBP Rupiah, Lora Michelle J. Tatipikalawan, sehingga mudah dipahami peserta.
Sekitar 100 peserta hadir dan tampak antusias mengikuti sesi diskusi serta tanya jawab.
Sebagai penutup, panitia menggelar kuis berhadiah suvenir serta layanan penukaran uang lusuh guna meningkatkan kualitas uang yang beredar di masyarakat.
Melalui edukasi ini, BI Maluku berharap masyarakat semakin cinta, bangga, dan paham terhadap Rupiah, serta turut menjaga martabat mata uang sebagai simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (EVA)








Discussion about this post