AMBON (info-ambon.com)-Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku melibatkan sekitar 30 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam kegiatan Salam Fest sebagai upaya memperkuat pengembangan ekonomi syariah di daerah.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BI Provinsi Maluku, Dhita Aditya Nugraha, mengatakan kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis untuk mendorong UMKM naik kelas melalui peningkatan kapasitas dan pemanfaatan teknologi digital.
“Melalui Salam Fest, kami mendorong peningkatan literasi dan edukasi masyarakat terkait ekonomi syariah, sekaligus memperkuat kapasitas UMKM dan pelaku usaha,” ujar Dhita kepada wartawan di Pattimura Park Ambon, Jumat (17/4/2026).
Selain Salam Fest, BI Maluku juga menggelar Moluccas Digifest 2026 guna memperluas penggunaan transaksi digital di kalangan masyarakat dan pelaku usaha.
Dalam kegiatan tersebut, tidak hanya UMKM yang dilibatkan, tetapi juga delapan lembaga serta sektor perbankan yang turut berpartisipasi dalam pameran dan pengembangan ekonomi daerah.
Dhita menjelaskan, pengembangan ekonomi syariah di Maluku dilakukan melalui pendekatan lokal yang disesuaikan dengan potensi daerah. Meski berbeda nama di setiap wilayah, BI memiliki komitmen yang sama dalam membangun ekosistem ekonomi syariah, termasuk penguatan industri halal seperti fesyen dan sertifikasi halal.
Ia menambahkan, sektor UMKM memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya melalui peningkatan penjualan dan kontribusi di sektor perdagangan.
Karena itu, BI Maluku terus mendorong pelaku UMKM untuk memanfaatkan teknologi digital, baik dalam transaksi maupun pencatatan keuangan.
“Dengan sistem pembayaran digital, pelaku usaha dapat mencatat pemasukan dan pengeluaran secara lebih tertib, sehingga usaha lebih terkelola dan berpotensi berkembang,” jelasnya.
Ke depan, BI Maluku juga berencana menggelar kegiatan lanjutan bertajuk “Mangurebe Maju” dengan skala yang lebih besar dan melibatkan lebih banyak pelaku usaha.
Dhita menilai, kegiatan seperti Salam Fest tidak hanya menjadi ajang promosi produk UMKM, tetapi juga efektif dalam meningkatkan penjualan.
“Produk UMKM bisa lebih dikenal masyarakat, penjualan meningkat, dan pada akhirnya membantu pelaku usaha untuk naik kelas,” katanya.
Program yang dijalankan BI Maluku dinilai positif dalam mendorong ekonomi syariah dan digitalisasi UMKM. Namun, pendampingan berkelanjutan tetap diperlukan agar pelaku usaha dapat berkembang secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah. (EVA)







Discussion about this post