AMBON (info-ambon.com)- Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena menyoroti persoalan penataan Ruang Terbuka Publik (RTP) Kelurahan Wainitu, Kecamatan Nusaniwe yang dinilai masih menyisakan sejumlah masalah, terutama terkait sistem drainase yang tertutup sehingga menghambat aliran air.
Menurut Bodewin, sejak awal perencanaan kawasan tersebut, terdapat kekurangan dalam penataan yang berdampak pada kondisi saat ini. Drainase yang tertutup membuat air tidak dapat mengalir dengan baik dan berpotensi menimbulkan genangan.
“Termasuk juga masalah kita gagal untuk menata kawasan ini di awal perencanaan. RTP ini jadi, tapi menyisakan masalah. Karena drainasenya tertutup, sekarang airnya tidak bisa mengalir ke mana-mana,” ujar Bodewin kepada wartawan di Kelurahan Wainitu, Jumat (20/2/2026).
Dijelaskan, salah satu solusi yang dipertimbangkan adalah membuka saluran di bagian sungai agar air dapat mengalir lancar. Dengan aliran yang terbuka, pemerintah dapat lebih mudah mengendalikan sampah yang terbawa arus.
“Kalau kita buka di bagian sungai sana, kita berharap dia bisa mengalir. Kalau mengalir, kita bisa hadang sampah. Tapi kalau begini, sulit untuk kita lakukan,” katanya.
Bodewin juga menyinggung upaya pengangkutan sampah yang sudah beberapa kali dilakukan. Namun, persoalan tak kunjung selesai karena masih ada masyarakat yang membuang sampah sembarangan di kawasan tersebut.
Dengan begitu, pihaknya berharap masyarakat untuk tidak membiarkan pemerintah bekerja sendiri dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Menurut dia, kesadaran bersama menjadi kunci utama agar persoalan sampah tidak terus berulang.
“Jangan biarkan pemerintah bekerja sendiri. Mari masyarakat paling tidak jangan buang lagi sampah di sini. Biarkan saja sampah yang ada nanti diangkat, habis juga. Tapi kalau diangkat lalu dibuang lagi, kita seperti membuang garam di laut,” tegasnya.
Pemkot Ambon berharap adanya partisipasi aktif masyarakat untuk menjaga kebersihan kawasan RTP sehingga fungsi ruang publik dapat dirasakan secara optimal tanpa terganggu persoalan drainase dan sampah. (EVA)








Discussion about this post