AMBON (info-ambon.com)-Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku periode 2025-2030, Hendrik Lewerissa dan Abdullah Vanath, secara resmi menyampaikan pidato politik perdana mereka dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku, Rabu (5/3/2025).
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Maluku, Benhur George Watubun, dan dihadiri oleh seluruh anggota DPRD, Forkopimda, serta tamu undangan lainnya di ruang paripurna DPRD Maluku.
Dalam sambutannya, Watubun menjelaskan, paripurna ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut dari Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024.
Ia menegaskan, penyampaian pidato politik oleh Gubernur dan Wakil Gubernur merupakan bagian dari tahapan pasca-pelantikan yang wajib dilakukan di depan DPRD.
Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, dalam pidato politiknya, menekankan dirinya bersama Abdulah Vanath hadir bukan hanya sebagai pemimpin politik, tetapi sebagai anak negeri yang lahir dan dibesarkan dalam budaya dan kearifan lokal Maluku.
Lewerissa mengungkapkan kesadaran mendalam akan kondisi masyarakat Maluku yang masih terperangkap dalam kemiskinan dan rendahnya angka kesejahteraan meskipun memiliki kekayaan alam yang melimpah.
“Maluku adalah daerah yang diberkahi dengan sumber daya alam yang luar biasa, seperti hasil laut, pariwisata bahari, dan keberagaman budaya. Namun, kita masih menghadapi tantangan besar dalam pembangunan dan kesejahteraan rakyat,” ujar Lewerissa.
Lewerissa juga mengingatkan pentingnya kontribusi Maluku dalam sejarah perjuangan Indonesia, menyebutkan tokoh-tokoh nasionalis dari Maluku yang turut berperan dalam kemerdekaan Indonesia, serta mengapresiasi peran para putra terbaik Maluku yang telah berkiprah di kancah nasional. Ia menegaskan komitmennya bersama Abdullah Vanath untuk membawa Maluku keluar dari kemiskinan dan mempercepat pembangunan di segala sektor.
“Dengan rasa cinta kami pada tanah Maluku, kami berkomitmen untuk mengabdikan diri bagi kemajuan dan kesejahteraan Maluku,” tegasnya.
Pidato ini menjadi refleksi perjalanan pribadi Lewerissa yang berasal dari Kepulauan Lease di Maluku Tengah. Ia menceritakan perjuangannya dalam melanjutkan pendidikan hingga ke luar negeri, yang memberinya perspektif berbeda tentang potensi besar yang dimiliki Maluku.
“Terima kasih kepada seluruh rakyat Maluku yang telah memberi amanah besar kepada saya dan pa Abdullah Vanath untuk memimpin Provinsi ini dalam lima tahun ke depan,” tutup dia. (EVA)








Discussion about this post