Info Ambon
Sabtu, Mei 2, 2026
  • Pemerintahan
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Politik
  • Parlementaria
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Galery Foto
  • Lifestyle
    • Seni & Hiburan
    • Fashion
    • Food
    • Travel
  • Pemerintahan
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Politik
  • Parlementaria
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Galery Foto
  • Lifestyle
    • Seni & Hiburan
    • Fashion
    • Food
    • Travel
No Result
View All Result
Info Ambon
Home Pemerintahan

Ambon Kota Kreatif Berbasis Musik Versi UNESCO. Ini Penjelasan Walikota

admin by admin
Agustus 23, 2019
in Pemerintahan, Trending
0
Ambon Kota Kreatif Berbasis Musik Versi UNESCO. Ini Penjelasan Walikota

Dukungan seluruh warga Ambon akan memperkokoh jati diri Kota Ambon sebagai Kota Musik di Dunia.-dok-

AMBON(info-ambon.com) Kota Ambon terus berbenah menuju salah satu kota kreatif di dunia berbasis music. Rencananya, penetapan untuk itu, akan dilakukan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) atau Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa  dalam tahun ini pada sidang tahunannya di Paris-Prancis. Selain Ambon sebagai kota kreatif berbasis musik, ada juga Pekalongan

Belakangan, bertebaran pertanyaan soal bagaimana kota music dunia itu, banyak  selentingan soal kesiapan kota ini menjadi kota music dunia, bahkan pertanyaan yang mengarah pada belum siapnya kota ini menjadi kota music. Parahnya, pertanyaan-pertanyaan bernada minor itu, datangnya dari orang Ambon sendiri. Sedihnya lagi, pertanyaan itu malah berasal dari para musisi, penyanyi bahkan pegiat music di Ambon. Tidak semua memang.

Sejak kecil sudah dibekali dengan musik, besar pasti berprestasi di bidang tersebut.-PJ-

Padahal siapa sich yang meragukan kemampuan nyanyi orang Ambon-Maluku, padahal siapa sich yang meragukan kemampuan musik orang Ambon-Maluku. Dunia saja mengakuinya, apalagi Indonesia, sayang di daerah sendiri dikritik habis, walau sekali lagi tak semua orang.

Lalu sebenarnya apa sich yang menjadi target Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon untuk penetapan UNESCO sebagai salah satu kota kreatif berbasis music? Ini penjelasan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy.

Sampai beruban putih, masih tetap mencintai musik.-PJ-

‘’Kota kreatif berbasis music versi UNESCO itu, bukan lalu tiap hari ada musik di Ambon. Tidak juga. Kota kreatif berbasis music versi UNESCO itu bukan harus ada gedung pertunjukan yang bagus. Tidak selamanya. Kota kreatif berbasis music versi UNESCO itu bukan harus ada band-band dunia yang manggung di Ambon. Tidak demikian. Bukan harus ada penyanyi-penyanyi yang bagus berkaliber dunia yang konser di Ambon. Tidak melulu. Tapi banyak factor yang mendorongnya, namun yang paling penting juga ada,’’ tegas Walikota Louhenapessy.

Lalu apa sebenarnya kriteria yang dipasang UNESCO untuk Ambon. ‘’UNESCO ingin membuktikan, apakah benar kota ini rakyatnya memiliki jiwa music atau tidak. UNESCO ingin membuktikan apakah kota ini rakyatnya memiliki insting selaku musikus ataukah tidak. Ini alas an utama UNESCO ingin menetapkan Ambon sebagai kota kreatif berbasis musik. Simple khan. Dan criteria UNESCO ini dimiliki oleh Kota Ambon,’’ tandasnya.

Tak pandang usia, jenis kelamin dan tempat tinggal, semua suka musik, bisa menyanyi. Ini yang disukai UNESCO.-PJ-

Menurutnya, potensi dan bakat musik yang dimiliki warga Ambon sangat dikagumi UNESCO. Kenapa? sebab semua lapisan masyarakat dengan kepelbagaiannya memiliki talenta itu. ‘’Saya bawa tamu UNESCO ke terminal, saya panggil para sopir dan mereka menyanyi, dan semua nyanyi lagu yang bagus dengan pembagian suara yang merdu, dan UNESCO kaget. Jadi menyanyi itu bukan saja konsumsi dan milik dari artis, sebab sopir, abang becak, tukang ojek, ibu rumah tangga, pelayan restoran, anak sekolah, mahasiswa, petani, nelayan dan apapun profesinya di Ambon, semua miliki jiwa dan bakat musik yang sudah ada sejak lahir atau alamiah,’’ tandasnya dan menambahkan, UNESCO telah melihat hal itu secara langsung, dan mereka meniyakan bahwa DNA Ambon adalah musik.

Louhenapessy tambahkan, UNESCO sangat kagum dengan intuisi (kemampuan memahami sesuatu tanpa melalui penalaran rasional dan intelektualitas) yang dimiliki orang Ambon tentang music, bahkan juga insting (suatu pola perilaku dan reaksi terhadap suatu rangsangan tertentu yang tidak dipelajari tetapi telah ada sejak kelahiran suatu makhluk hidup dan diperoleh secara turun-temurun (filogenetik) yang dimiliki orang Ambon tentang musik. ‘’Ini yang kita tangkap. Kita berusaha menggapainya,’’ tandasnya.

Panggung disiapkan pemerintah, para talenta beraksi. ada konsep pemberdayaan disana.-dok-

Dirinya juga pernah bersama staf UNESCO dan bertemu dengan warga Ambon yang tinggal pada lokasi berbeda. Saat dipanggil naik ke panggung dan diminta bernyanyi, 6 orang yang dipanggil naik dan tanpa ada latihan sebelumnya, salah satu dari mereka spontan membagi peserta dengan menyanyi suara berbagi, maka jadilah sebuah vocal grup yang menyanyikan lagu dengan bagus dengan pembagian suara yang merdu. ‘’Ini tidak dimiliki kota lain, hanya ada di Ambon. Dan ini sangat dikagumi UNESCO,’’ aku Louhenapessy.

Dia menambahkan, nanti kalau Ambon sudah ditetapkan menjadi salah satu kota music dunia oleh UNESCO, baru Pemkot Ambon akan mulai melengkapi yang dibutuhkan misalnya sebuah music room, sebuh gedung yang representative untuk pertunjukan music, kita tata lagi band-band kita, kita tata dan tinggatkan kapasitas penyanyi kita, sekolah music kita buka, sehingga ada perpaduan antara sistim pendidikan dan lainnya sesuai rekomendasi UNESCO.

Menurutnya, yang sering menyampaikan protes atau kritik tentang kota music, adalah sebenarnya mereka yang mencintai Ambon dengan talenta music yang berkelimpahan, cuma mereka memang belum mengerti saja.

Tim UNESCO ke Masjid di Ambon, mereka kaget ada music disana, ada hadrat, rebana mereka ke Gereja ada choir adan nyanyi solo, duet yang memukau ke sekolah juga ada biola, ada gitar ada alat band, ada choir, bahkan ke Lembaga Pemasyarakatpun ada music dan nyanyi disana.

Bahkan, karena publikasi yang besar atas kemampuan music talenta-talenta Ambon, maka sekarang ini, delegasi music Kota Ambon duindang ke mana-mana, baik dalam dan luar negeri.

‘’Saat ini, ada 2 tim yang sementara tampil luar negeri, yakni di Auckland, di Selandia Baru untuk mengisi acara Indonesia Expo Pasifik dan tampil di Australia untuk peringati 30 tahun hubungan Ambon-Australia. Ini bukan sembarang tampil,  karena ini mewakili Ambon di tingkat internasional,’’ demikian Louhenapessy.

Louhenapessy juga menegaskan, berbagai kriteria lain yang masuk dalam ketentuan UNESCO, sudah giat dilakukan Ambon Music Office (AMO) bekerjasama dengan Badan Ekonomi Kreatif (BeKraf) sejak beberapa tahun lalu, bahkan sejak 2011 dimana dirinya pertama kali mencanangkan Ambon sebagai kota musik di Indonesia.

Ia mencontohkan soal konfrensi music, soal pergerakan ekonomi terkait kreatifitas di bidang musik, acara musik skala besar, promosi pendidikan music, sekolah kejuruan atau pendidikan tinggi, dukungan kota kreatif dunia, regulasi, dukungan masyarakat. ‘’Semua Kriteria sudah kami siapkan dan sudah dikirim ke UNESCO, kita doakan bersama, upaya dan kerja bersama ini bisa mendapat hasil di sidang tahunan UNESCO mendatang,’’ pintanya. (PJ)

Tags: ambonBerbasis Musikpenjelasan walikotaUNESCO
Previous Post

Pemkot Ambon Jamu Makan Malam Dubes Irlandia dan Rombongan

Next Post

Kodam XVI/Pattimura Gelar Komsos Cegah Tangkal Radikalisme dan Terorisme

admin

admin

Related Posts

Yubileum 100 Tahun TMM Dimulai, Pemkot Ambon Apresiasi Peran Sosial Tarekat

Yubileum 100 Tahun TMM Dimulai, Pemkot Ambon Apresiasi Peran Sosial Tarekat

by Eva
Mei 2, 2026
0

AMBON (info-ambon.com)-Rangkaian perayaan menuju Yubileum 100 Tahun Tarekat Maria Mediatrix (TMM) resmi dimulai melalui acara pencanangan yang digelar di Gedung...

Pemkot Ambon Akan Bangun Papalele Square untuk Mama-Mama Papalele di Pasar Mardika

Pemkot Ambon Akan Bangun Papalele Square untuk Mama-Mama Papalele di Pasar Mardika

by Eva
April 30, 2026
0

AMBON (info-ambon.com)- Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon berencana membangun pasar khusus bagi mama-mama papalele, sebutan untuk pedagang perempuan tradisional yang menjajakan...

Hilirisasi Dimulai, Awaiya Bersiap Jadi Pusat Baru Ekonomi Kelapa dan Pala Maluku

Hilirisasi Dimulai, Awaiya Bersiap Jadi Pusat Baru Ekonomi Kelapa dan Pala Maluku

by Eva
April 29, 2026
0

LIANG (info-ambon.com)- Transformasi besar sektor perkebunan Maluku resmi dimulai. Hamparan kebun kelapa dan pala di Desa Liang, Kecamatan Teluk Elpaputih,...

Pemkot Ambon Hadirkan Pendidikan Nonformal bagi Lansia di Negeri Urimessing

Pemkot Ambon Hadirkan Pendidikan Nonformal bagi Lansia di Negeri Urimessing

by Eva
April 29, 2026
0

AMBON (info-ambon.com)-Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan warga lanjut usia (lansia) melalui peluncuran Sekolah Lansia BKL...

BPBD Catat Lima Kejadian Bencana di Ambon, Didominasi Longsor

BPBD Catat Lima Kejadian Bencana di Ambon, Didominasi Longsor

by Eva
April 29, 2026
0

AMBON (info-ambon.com)-Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Ambon Frits R.M. Tatipikalawan mengungkapkan, sedikitnya lima kejadian bencana terjadi di Kota Ambon...

Ketua DPRD Dukung Upaya Pencegahan Korupsi di Badan Pemkot Ambon

Ketua DPRD Dukung Upaya Pencegahan Korupsi di Badan Pemkot Ambon

by Eva
April 29, 2026
0

JAKARTA (info-ambon.com)- Ketua DPRD Kota Ambon, Mourits Tamaela menegaskan komitmen lembaganya, dalam mendukung upaya pencegahan korupsi. Hal ini diwujudkan, melalui...

Next Post
Kodam XVI/Pattimura Gelar Komsos Cegah Tangkal Radikalisme dan Terorisme

Kodam XVI/Pattimura Gelar Komsos Cegah Tangkal Radikalisme dan Terorisme

Discussion about this post

 

/>

RSS PATNERT MEDIA OBORMOTINDOK.CO.ID

  • May Day 2026 di Morowali Utara Kondusif, Buruh Aksi Damai Dikawal 150 Personel
    OBORMOTINDOK.CO.ID. MORUT– Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang jatuh pada Jumat, 1 Mei 2026 di Kabupaten Morowali Utara berlangsung aman, tertib, Selengkapnya
  • HARI BURUH ADALAH WARISAN TRADISI AMERIKA
    ( Oleh: Hendra Dg Tiro / Sekum HMI Cabang Luwuk Banggai ) OBORMOTINDOK.CO.ID. Banggai– Peringatan Hari Buruh setiap 1 Mei sering dipahami Selengkapnya
  • Hari Buruh di Banggai Meriah, Ada Jalan Sehat, Zumba, dan Bantuan Pangan
    OBORMOTINDOK.CO.ID. BANGGAI– Peringatan Hari Buruh Nasional yang jatuh pada 1 Mei 2026 dirayakan Pemerintah Kabupaten Banggai dengan menggelar kegiatan bertajuk May Day Selengkapnya
  • Kapasitas Zona Satu Penuh, PUPR Banggai Siap Perluasan TPA Bunga
    OBORMOTINDOK.CO.ID. LUWUK— Dinas PUPR Banggai berencana menambah zona pembuangan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Bunga, Kecamatan Luwuk Utara. Langkah ini Selengkapnya
  • Potret Buruh di Banggai: Antara Harapan dan Ketidakpastian
    Oleh : Sugianto Adjadar, Sekretaris FNPBI Kabupaten Banggai OBORMOTINDOK.CO.ID. BANGGAI— Hari Buruh Internasional (May Day) bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan simbol perjuangan Selengkapnya
  • JOB Tomori Raih Dua Penghargaan Internasional di Ajang Global CSR & ESG Summit 2026 di Bangkok
    OBORMOTINDOK.CO.ID. Thailand– JOB Tomori kembali menorehkan prestasi di kancah internasional dengan meraih dua penghargaan bergengsi pada ajang The 18th Annual Global CSR Selengkapnya
  • Dua Lokasi IPLT Mengemuka, PUPR Banggai Libatkan UGM untuk Studi Kelayakan dan DED
    OBORMOTINDOK.CO.ID. BANGGAI— Seminar pendahuluan kajian studi kelayakan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Kabupaten Banggai digelar di Ruang Rapat Pahangkabotan pada Selasa, 22 Selengkapnya
Info Ambon

  • Hubungi Kami
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • Redaksi
  • UU Pers

No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Politik
  • Parlementaria
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Galery Foto
  • Lifestyle
    • Seni & Hiburan
    • Fashion
    • Food
    • Travel