AMBON (info-ambon.com)-Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Ambon Frits R.M. Tatipikalawan mengungkapkan, sedikitnya lima kejadian bencana terjadi di Kota Ambon akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut.
“Total ada lima kejadian, yakni tiga longsor, satu pohon tumbang, dan satu talut penahan tanah yang patah,” ujar Frits kepada info-ambon.com melalui pesan WhatsApp, Rabu (29/4/2026).
Ia merinci, lokasi longsor terjadi di kawasan keluarga Parinusa, Kelurahan Amantelu, belakang SMA Kalam Kudus. Selain itu, longsor juga dilaporkan di kawasan rumah warga milik Ibu Sin Huka di RT 05/RW 03, Kelurahan Lateri, Kompleks BTN Lateri 2.
Sementara itu, peristiwa pohon tumbang terjadi di Kelurahan Pandan Kasturi, tepatnya di depan kawasan makam pahlawan. Insiden tersebut juga mengakibatkan korban yang saat ini menjalani perawatan di RS Leimena.
Adapun kerusakan talut penahan tanah terjadi di sekitar Masjid Muhajirin, Desa Batu Merah, RT 002/RW 004.
Frits menjelaskan, tim BPBD telah menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak, berupa terpal dan peralatan seperti sekop untuk membantu penanganan awal di lokasi bencana.
Selain itu, Dinas Pekerjaan Umum (PU) turut melakukan pengukuran di titik longsor dan talut yang mengalami kerusakan guna penanganan lanjutan. Sementara Dinas Kesehatan (Dinkes) menangani para korban yang terdampak, khususnya yang dirawat di rumah sakit.
Diketahui, hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kota Ambon pada Selasa (28/4/2026), yang kemudian memicu terjadinya longsor dan bencana lainnya di sejumlah titik.
Pemkot Ambon mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi dalam beberapa waktu ke depan. (EVA)








Discussion about this post