AMBON (info-ambon.com)-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku menggelar kegiatan Literasi dan Inklusi Keuangan di Negeri Wahai, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (29/1/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Negeri Wahai dan diikuti oleh masyarakat setempat. Juga dihadiri Kepala Kantor Kas Bank Modern Express Kobisonta, Abdurahman Sokanput, serta perwakilan BRI Cabang Wahai.
Kegiatan ini dibuka dengan sambutan Pejabat Kepala Pemerintahan Negeri Wahai, Faisal Saban. Dalam sambutannya, Faisal mengajak seluruh untuk mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh agar dapat memahami materi yang disampaikan.
“Marilah kita mengikuti kegiatan ini dengan baik supaya bisa menjadi pedoman. Jika ada yang belum dipahami, silakan ditanyakan. Kami juga berharap pihak OJK Maluku dapat memberikan materi dengan sebaik-baiknya,” ujar Faisal.
Ia menegaskan, literasi dan inklusi keuangan memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan yang sehat.
“Kegiatan ini berkaitan langsung dengan literasi dan inklusi keuangan. Kami berharap bapak dan ibu dapat mengikutinya dengan baik dan menjadikannya sebagai bekal pengetahuan, bukan sebagai beban,” kata Saban.
Sementara itu, Kepala Perwakilan OJK Maluku, Novian Suhardi, mengatakan kegiatan literasi dan inklusi keuangan merupakan bagian dari komitmen OJK untuk hadir langsung di tengah masyarakat sekaligus memperkenalkan peran dan fungsi OJK dalam mengawasi sektor jasa keuangan.
Novian juga mengungkapkan, OJK bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) akan melaksanakan Survei Literasi dan Inklusi Keuangan di Dusun Angar, yang telah ditetapkan sebagai lokasi uji coba atau blok sensus.
Ia mengingatkan masyarakat agar selalu memilih lembaga keuangan yang terdaftar dan diawasi oleh OJK.
“OJK memiliki kewenangan mengawasi seluruh kegiatan di sektor jasa keuangan, termasuk perbankan, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Asisten Manager OJK Maluku, Andi Baiz Ikram, menyampaikan materi mengenai peran OJK bagi masyarakat serta rencana pelaksanaan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026 hasil kerja sama OJK dan BPS.
Ia menjelaskan, literasi keuangan mencakup pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang memengaruhi sikap serta perilaku masyarakat dalam mengambil keputusan dan mengelola keuangan demi mencapai kesejahteraan.
Melalui kegiatan ini, OJK berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang baik serta mampu memanfaatkan produk dan layanan keuangan secara aman dan bertanggung jawab. (EVA)








Discussion about this post