AMBON (info-ambon.com)- Guna mendukung program pembangunan yang telah direncanakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon resmi menandatangani pinjaman daerah senilai Rp 200 miliar dari PT Bank Pembangunan Daerah Maluku dan Maluku Utara (Bank Maluku Malut).
Sekretaris Kota Ambon, Robby Sapulette, menyampaikan,pinjaman tersebut akan dicairkan dalam dua tahap. Tahap pertama sebesar Rp 166 miliar, sedangkan tahap kedua senilai Rp 34 miliar.
“Total pinjaman Rp 200 miliar. Tahap pertama Rp 166 miliar dan tahap kedua Rp 34 miliar. Jadi total Rp 200 miliar yang sudah ditandatangani oleh Pak Wali Kota hari ini,” kata Robby kepada wartawan di Ambon, Kamis (4/6/2026).
Menurut Robby, setelah penandatanganan dilakukan, proses selanjutnya akan ditangani oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Ambon sesuai mekanisme administrasi yang berlaku.
“Setelah tanda tangan, Kepala BPKAD akan melanjutkan tahapan administrasi berikutnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, rencana pinjaman daerah tersebut telah memperoleh dukungan dari Kementerian Keuangan setelah melalui proses evaluasi terkait kemampuan fiskal daerah.
Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan oleh Bank Maluku Malut, kemampuan keuangan Pemkot Ambon dinilai memadai untuk memenuhi kewajiban pengembalian pinjaman.
“Prinsip rekomendasi dari Kementerian Keuangan adalah tidak berkeberatan. Hasil perhitungan Bank Maluku terkait besaran pinjaman dan kemampuan pemerintah kota untuk mengembalikannya menunjukkan kondisi yang aman,” kata Robby.
Dengan adanya dukungan dari pemerintah pusat tersebut, pinjaman daerah senilai Rp 200 miliar itu akan digunakan untuk membiayai sejumlah program pembangunan dan belanja prioritas Pemkot Ambon pada tahun anggaran 2026.
Pemkot Ambon berharap tambahan pembiayaan tersebut dapat mempercepat pelaksanaan program strategis yang telah direncanakan guna mendukung pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. (EVA)








Discussion about this post