AMBON (info-ambon.com)- Anggota DPR RI Nono Sampono melakukan kunjungan kerja (Kunker) reses ke Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon, Selasa (12/5/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk menyerap aspirasi, memantau kondisi riil pengelolaan sampah, sekaligus memperkuat koordinasi dalam peningkatan kualitas lingkungan hidup di Kota Ambon.
Dalam pertemuan bersama jajaran DLHP Kota Ambon, Nono Sampono menyoroti tiga isu utama, yakni pengelolaan sampah rumah tangga dan non-rumah tangga, pemeliharaan dan pengembangan lingkungan hidup perkotaan, serta pembangunan infrastruktur pengelolaan sampah di seluruh kecamatan.
Kepala DLHP Kota Ambon, Apries Gaspersz, menjelaskan bahwa volume sampah di Kota Ambon saat ini mencapai sekitar 256,41 ton per hari. Namun, kapasitas pengangkutan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Toisapu baru mencapai sekitar 180,5 ton per hari.
“Pemkot Ambon terus memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis collection point yang dilengkapi WSBIN atau wadah sampah, serta membangun TPS higienis di sejumlah kecamatan untuk mengurangi pembuangan sampah sembarangan,” kata Apries.
Pemkot Ambon juga berkomitmen memperluas jaringan Bank Sampah dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di setiap kecamatan agar pengelolaan sampah semakin efektif dan berkelanjutan.
Apries menambahkan, pada Mei 2026 Pemerintah Kota Ambon akan membangun 10 Tempat Pembuangan Sampah (TPS) baru di 10 titik berbeda guna mengatasi penumpukan sampah di sejumlah kawasan kota.
Menurut dia, pengelolaan sampah telah menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kota Ambon dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.
Selain penguatan pengelolaan sampah dari sumbernya, Pemkot Ambon juga tengah menyiapkan pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern berbasis Material Recovery Facility (MRF) dan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF).
Proyek yang direncanakan menelan anggaran sekitar Rp 11 miliar tersebut diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA, meningkatkan proses pemilahan dan daur ulang, serta menekan emisi gas rumah kaca.
Selain itu, Nono Sampono menegaskan, penanganan sampah tidak semata berkaitan dengan aspek teknis pembuangan, melainkan bagian penting dari pembangunan lingkungan hidup yang sehat dan berkelanjutan.
“Persoalan sampah harus ditangani secara terpadu dan berkelanjutan karena berkaitan langsung dengan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut dari kunjungan tersebut, DLHP Kota Ambon bersama Nono Sampono sepakat memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, terutama dalam dukungan anggaran, teknologi pengelolaan sampah, dan kerja sama dengan pelaku usaha pengelolaan sampah. (EVA)








Discussion about this post