AMBON (info-ambon.com)- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kedaulatan rupiah melalui kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) yang digelar di Negeri Werinama, Kecamatan Werinama, Kabupaten Seram Bagian Timur, Minggu (3/5/2026).
Kegiatan ini berlangsung bersamaan dengan kunjungan KRI Dorang-874 milik TNI Angkatan Laut yang membawa misi kemanusiaan dan kebangsaan ke wilayah pesisir tersebut. Kehadiran tim ERB menjadi bagian penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya penggunaan dan pemahaman rupiah.
Dalam kegiatan tersebut, perwakilan Bank Indonesia Maluku, Erawan Prasetya, menyampaikan sosialisasi bertema “Cinta, Bangga, Paham Rupiah”.
Ia menjelaskan pentingnya merawat dan mengenali keaslian uang rupiah, serta memberikan layanan penukaran uang layak edar bagi masyarakat setempat.
“Masyarakat pesisir memiliki peran penting dalam menjaga kedaulatan rupiah. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa masyarakat memahami cara memperlakukan uang dengan baik serta mengenali ciri keaslian rupiah,” ujar Erawan.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, dengan puluhan warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menukarkan uang yang sudah tidak layak edar sekaligus mendapatkan edukasi langsung dari tim BI.
Selain itu, kegiatan ini juga disinergikan dengan pelayanan kesehatan gratis dari tim Kesehatan TNI AL serta sosialisasi bela negara, sehingga memberikan manfaat yang menyeluruh bagi masyarakat.
Camat Werinama, Ismail Elbetan, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara Bank Indonesia dan TNI AL dalam kegiatan tersebut. Ia menilai, kehadiran ERB tidak hanya membantu masyarakat dalam aspek ekonomi, tetapi juga meningkatkan pemahaman kebangsaan.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat kami, terutama dalam hal edukasi rupiah dan akses terhadap uang layak edar. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut,” ungkapnya.
Melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat, Bank Indonesia terus berupaya menjangkau wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal guna memastikan rupiah tetap menjadi simbol kedaulatan negara yang dihargai dan dijaga oleh seluruh lapisan masyarakat. (EVA)







Discussion about this post