AMBON (info-ambon.com)-Menjelang pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang akan dimulai pada 1 Mei hingga 31 Juli mendatang dengan tema “Menyongsong sensus ekonomi 2026 untuk Indonesia maju” optimisme mulai tumbuh di tengah masyarakat Maluku.
Pendataan ekonomi yang digelar setiap sepuluh tahun ini tidak lagi dipandang sekadar rutinitas statistik, melainkan sebagai peluang besar untuk mendorong pertumbuhan usaha, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku, Maritje Pattiwaellapia, menegaskan seluruh data yang dikumpulkan dalam sensus dijamin kerahasiaannya. Ia memastikan informasi dari responden dilindungi undang-undang dan tidak akan digunakan untuk kepentingan lain, termasuk perpajakan.
“Jangan panik, jangan khawatir. Kerahasiaan data dijamin undang-undang. Kami justru membutuhkan data riil agar gambaran ekonomi yang dihasilkan benar-benar akurat,” ujar Maritje kepada info-ambon.com di Ambon, Selasa (28/4/2026).
Menurut dia, kejujuran pelaku usaha dalam memberikan data menjadi kunci utama keberhasilan sensus. Selama ini, masih ditemukan fenomena data ganda yang muncul karena kekhawatiran pelaku usaha terhadap aspek perpajakan. Padahal, data yang tidak akurat dapat berdampak pada kebijakan yang kurang tepat sasaran.
Di Maluku sendiri, BPS mencatat sekitar 200.000 unit usaha menjadi target pendataan. Seluruhnya, termasuk UMKM yang tersebar hingga ke lingkungan perumahan, akan didatangi langsung oleh petugas sensus. Dalam proses ini, peran ketua RT, tokoh masyarakat, hingga komunitas lokal sangat diharapkan untuk membantu menyosialisasikan pentingnya sensus kepada warga.
Tidak hanya memotret kondisi usaha, SE2026 juga akan menangkap perubahan besar dalam lanskap ekonomi, terutama akibat transformasi digital. Peralihan pola konsumsi masyarakat ke layanan berbasis aplikasi menjadi salah satu aspek penting yang akan direkam.
Di tingkat pelaku usaha, dukungan terhadap sensus ini mulai menguat. Siti, seorang pelaku UMKM di Kota Ambon, mengaku siap berpartisipasi dengan memberikan data secara jujur.
“Saya mendukung penuh sensus ini. Harapannya, data yang dikumpulkan bisa ditindaklanjuti dengan program nyata supaya usaha kami bisa berkembang,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Anwar, pelaku usaha lainnya. Ia menilai keterbukaan data justru membuka peluang lebih besar untuk mendapatkan akses bantuan, pelatihan, hingga permodalan.
“Saya berharap dengan data yang jelas, pemerintah bisa membuat kebijakan yang benar-benar sesuai kebutuhan kami di lapangan,” katanya.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Maluku. Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menyebut SE2026 sebagai agenda strategis nasional yang akan menjadi fondasi penting dalam perencanaan pembangunan ekonomi.
“Saya mengajak seluruh masyarakat memberikan data yang benar, lengkap, dan jujur demi pembangunan ekonomi yang tepat sasaran,” ujarnya.
Sementara itu, dukungan dari Pemerintah Kota Ambon dalam hal ini Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Ambon, Febby Mail, turut mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam sensus yang akan berlangsung mulai 1 Mei hingga 31 Agustus 2026.
Ia menekankan, partisipasi masyarakat sangat menentukan kualitas data yang dihasilkan. Data yang akurat, menurutnya, akan menjadi dasar penting dalam merumuskan kebijakan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional.
“Sampaikan data yang jujur dan akurat kepada petugas sensus. Seluruh informasi dijamin kerahasiaannya,” kata Febby.
Dengan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu menghadirkan gambaran utuh kondisi ekonomi Maluku. Lebih dari itu, sensus ini diharapkan menjadi pijakan kuat bagi lahirnya kebijakan yang inklusif, tepat sasaran, dan mampu membawa pelaku usaha lokal naik kelas di tengah tantangan zaman.
Salah satu pelaku UMKM di Kota Ambon, Siti menyatakan dukungannya secara penuh terhadap agenda nasional ini. Baginya, memberikan data yang jujur adalah bentuk ketaatan warga negara demi kepentingan bersama.
“Saya support penuh SE2026 nanti. Harapan saya, pemerintah bisa menindaklanjuti data tersebut dengan program nyata, supaya usaha saya bisa naik kelas,” ujar Siti. (EVA)








Discussion about this post