AMBON (info-ambon.com)- Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kabeta asal Ambon, Maluku, terus menunjukkan perkembangan positif dengan menembus pasar nasional hingga internasional. UMKM binaan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Maluku ini mengandalkan kekayaan wastra lokal berupa tenun ikat khas Maluku sebagai produk unggulan.
CEO Kabeta, Novita, mengatakan usahanya telah menjadi binaan Bank Indonesia sejak 2018. Sejak saat itu, Kabeta mendapatkan berbagai pendampingan yang membantu peningkatan kualitas produk hingga perluasan pasar.
“Tenun ini merupakan khas Maluku, khususnya Ambon. Kami memanfaatkan wastra dari Tanimbar dan Maluku Barat Daya, serta kekayaan alam seperti mutiara laut dari Dobo untuk menciptakan produk bernilai tinggi,” ujar Novita saat ditemui di ajang Salam Fest yang digelar Bank Indonesia, Kamis (16/4/2026).
Kabeta sendiri berdiri sekitar 2017 hingga 2018 dan fokus memproduksi kerajinan berbasis tenun ikat yang diolah menjadi produk fashion modern. Beragam produk yang dihasilkan antara lain tas tangan, dompet, syal, hingga masker yang dipadukan dengan material premium seperti kulit asli, mutiara, dan kristal.
Novita mengungkapkan, sejumlah produk Kabeta kini telah berhasil menembus pasar ekspor. Selain itu, pasar yang dilayani juga mencakup tingkat lokal dan nasional.
“Kami bersyukur beberapa produk sudah diekspor. Saat ini pasar kami mencakup lokal, nasional, hingga internasional,” katanya.
Di tengah tantangan ekonomi, Kabeta tetap mampu bertahan, bahkan mencatatkan peningkatan kinerja selama pandemi Covid-19. Hal ini tidak lepas dari strategi pemasaran daring yang dioptimalkan oleh pelaku usaha.
Perajin Kabeta yang memodifikasi tenun ikat menjadi berbagai produk fesyen berhasil meningkatkan penjualan hingga 100 persen pada 2020. Pangsa pasar pun meluas, termasuk ke segmen korporasi.
Ke depan, Novita berharap Kabeta dapat terus berkembang dan memperkuat posisi sebagai UMKM yang membawa nama Maluku ke kancah global.
“Walaupun saat ini situasi serba efisiensi, kami berharap tahun ini bisa lebih baik. Dalam lima tahun ke depan, kami ingin menjadi UMKM yang semakin berkembang dan dikenal secara global,” ucapnya. (EVA)








Discussion about this post