AMBON (info-ambon.com)-Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) menargetkan peningkatan pelayanan kontrasepsi jangka panjang metode operasi wanita (tubektomi) pada 2026 dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 yang jatuh pada 29 Juni 2026.
Kepala DPPKB Kota Ambon Welly Patty mengatakan, program tersebut merupakan tindak lanjut dari surat pemerintah pusat kepada seluruh kabupaten dan kota di Indonesia untuk mendukung pencapaian rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam pelayanan kontrasepsi jangka panjang.
“Dalam rangka Harganas 2026, dari pusat ada surat ke seluruh daerah untuk mencapai rekor MURI terkait pelayanan alat kontrasepsi jangka panjang, khususnya metode operasi wanita atau tubektomi,” kata Welly kepada info-ambon.com, Ahad (8/3/2026).
Dijelaskan , setiap daerah diminta memenuhi target pelayanan. Kota Ambon dinilai memiliki peluang besar karena memiliki fasilitas kesehatan yang relatif lebih banyak dibanding daerah lain di Provinsi Maluku.
Saat ini, kata dia, terdapat 94 fasilitas kesehatan di Kota Ambon. Namun, pelayanan tubektomi difokuskan di tujuh rumah sakit.
Ketujuh rumah sakit tersebut yakni Rumah Sakit Bakti Rahayu, RST, GPM, RSU, Rumah Sakit Alfatah, Rumah Sakit Otokwik, dan Rumah Sakit Angkatan Laut.
“Kami berharap pelayanan tubektomi dapat dilaksanakan di rumah sakit tersebut sehingga target yang ditetapkan bisa tercapai,” ujarnya.
Selain itu, DPPKB Kota Ambon juga telah bekerja sama dengan dokter Jean Pattiasina untuk menangani pelayanan metode kontrasepsi jangka panjang melalui dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK).
Melalui program tersebut, pada 2026 ditargetkan terdapat 34 pasien tubektomi yang tersebar di lima kecamatan di Kota Ambon.
“Program ini dibiayai pemerintah pusat melalui dana DAK. Target awalnya 34 orang, tetapi jika bisa melebihi kuota tersebut tentu akan lebih baik,” kata Welly.
Ia berharap Kota Ambon dapat mencapai target bahkan menjadi daerah dengan capaian terbaik secara nasional dalam pelayanan tubektomi, sekaligus berkontribusi pada pencapaian rekor MURI yang dicanangkan pemerintah pusat. (EVA)








Discussion about this post