SERAM UTARA (info-ambon.com)-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku menggelar kegiatan Literasi dan Inklusi Keuangan di Negeri Administrasi Tanah Merah, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, Rabu (28/1/2026). Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Negeri Administrasi Tanah Merah dan diikuti oleh masyarakat setempat.
Kepala Pemerintah Negeri (KPN) Tanah Merah, Adnan Pelupessy, dalam sambutannya berharap para peserta dapat mengikuti kegiatan tersebut dengan sungguh-sungguh serta menyimak materi yang disampaikan oleh para pemateri. Menurut dia, literasi dan inklusi keuangan memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan yang sehat.
“Kegiatan ini berkaitan langsung dengan literasi dan inklusi keuangan. Kami berharap bapak dan ibu dapat mengikutinya dengan baik dan menjadikannya sebagai bekal pengetahuan, bukan sebagai beban,” ujar Adnan.
Wakil Kepala OJK Maluku, Novian Suhardi, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen OJK untuk hadir langsung di tengah masyarakat sekaligus memperkenalkan peran dan fungsi OJK dalam mengawasi sektor jasa keuangan.
Ia juga mengungkapkan, OJK bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) akan melaksanakan Survei Literasi dan Inklusi Keuangan di Dusun Angar, yang telah ditetapkan sebagai lokasi uji coba atau blok sensus.
“Survei ini bertujuan untuk mengukur tingkat pemahaman dan penggunaan masyarakat terhadap berbagai produk keuangan, seperti tabungan, deposito, asuransi, hingga pasar modal, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024,” jelas Novian.
Lebih lanjut, Novian mengingatkan pentingnya masyarakat memilih lembaga keuangan yang terdaftar dan diawasi secara resmi oleh OJK. Ia menegaskan bahwa OJK memiliki kewenangan mengawasi seluruh kegiatan di sektor jasa keuangan, termasuk perbankan, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan.
Sementara itu, pemateri dari OJK Maluku, Marlia Halyanti, yang merupakan perwakilan Bagian Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen serta Layanan Manajemen Strategis, memaparkan peran OJK bagi masyarakat serta rencana pelaksanaan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026 hasil kerja sama OJK dan BPS.
Ia menjelaskan, literasi keuangan mencakup pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang memengaruhi sikap serta perilaku masyarakat dalam mengambil keputusan dan mengelola keuangan guna mencapai kesejahteraan.
“Sedangkan inklusi keuangan berkaitan dengan ketersediaan akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan yang terjangkau, berkualitas, dan berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat,” ujar Marlia.
Melalui kegiatan ini, OJK berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang baik serta mampu memanfaatkan produk dan layanan keuangan secara aman dan bertanggung jawab. (EVA)








Discussion about this post