AMBON (info-ambon.com)-Sekretaris Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Abdul Kelilauw, menyoroti lambatnya proses docking sejumlah kapal yang melayani wilayah timur Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung pada akses transportasi masyarakat di kawasan tersebut. Apalagi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 tahun 2026 ini.
Sorotan itu disampaikan Kelilauw saat rapat dengar pendapat bersama Dinas Perhubungan dan pihak PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Maluku di ruang paripurna DPRD Provinsi Maluku, Kamis (5/3/2026).
Menurut Kelilauw, beberapa armada yang selama ini menjadi jalur utama transportasi masyarakat masih belum beroperasi karena menjalani docking cukup lama.
Salah satunya adalah kapal KM Sabuk Nusantara 80 yang melayani rute pulang dan pergi Kota Ambon–Tehoru–Werinama–Kilmuri–Geser–Bula–Gorom–Kesui Kapal tersebut hingga kini masih dalam proses perbaikan.
Selain itu, KMP Feri Lori Amar yang dikelola PT Pancakarya juga belum beroperasi. Kapal ini biasanya melayani rute Ambon–Air Nanang–Geser–Teor–Kesui–Kota Seri yang menjadi jalur penting bagi mobilitas warga dan distribusi barang.
“Kami memberikan atensi khusus agar docking ini segera diselesaikan, karena rute ini sangat vital bagi masyarakat,” kata Kelilauw.
Ditegaskan, keterlambatan perbaikan kapal membuat masyarakat di wilayah timur SBT menghadapi kesulitan akses, terutama ketika harus menuju ibu kota kabupaten di Bula untuk mengurus berbagai keperluan.
Menurut dia, warga dari wilayah seperti Werinama dan Siwalalat bahkan harus menempuh perjalanan memutar melalui wilayah Kabupaten Maluku Tengah sebelum akhirnya bisa mencapai Bula.
“Bayangkan saja, masyarakat harus melewati jalur panjang hanya untuk mengurus keperluan di ibu kota kabupaten. Ini tentu memakan biaya besar,” ujarnya.
Kelilauw mengungkapkan, berdasarkan informasi dari Pelni, keterlambatan docking terjadi karena sejumlah komponen kapal yang rusak harus didatangkan melalui proses pemesanan khusus.
Meski demikian, ia berharap perbaikan dapat segera diselesaikan agar kapal kembali beroperasi dalam waktu dekat.
Komisi III DPRD Maluku juga mendapat informasi bahwa kapal feri milik PT Pancakarya dijadwalkan segera masuk proses docking. Jika perbaikan berjalan lancar, armada tersebut diperkirakan bisa kembali beroperasi dalam dua hingga tiga bulan ke depan.
Kelilauw berharap dengan kembalinya sejumlah armada ke jalur pelayaran, arus transportasi barang dan penumpang menuju wilayah timur Seram Bagian Timur dapat kembali normal.
“Harapan kami, ketika kapal-kapal ini kembali beroperasi, mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di wilayah timur SBT bisa kembali lancar,” katanya. (EVA)








Discussion about this post