Saling Salah, Aksi Demo; Kasus COVID-19 di Maluku Tetap Meroket

AMBON(info-ambon.com)-Aksi saling salah yang dipertontonkan para elit kita di Maluku maupun aksi demo yang dilakukan Pedagang Kaki Lima (PKL) Mardika bersama Himpunan mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ambon terhadap Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, ternyata tak menyurutkan semangat Corona Virus Disease 2019 (COVID-19)  atau penyakit virus corona untuk subur berkembang biak di Ambon dan Maluku pada umumnya.

Saat ini saja, sesuai data terbaru Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Maluku, Senin (15/6/2020) pukul 12.00 WIT, jumlah kasus terkonfirmasi di Maluku sudah mencapai angka 452 dengan pasien sembuh 109 orang dan yang meninggal dunia 11 orang.

Sementara kasus konfirmasi COVID-19 di Maluku menurut data itu mencapai 332 kasus dengan PDP sebanyak 28 kasus dan ODP sebanyak 55 kasus. Data itu juga menunjukan bahwa kasus terkonfirmasi ada di Ambon dengan angka kasus yang sangat tinggi yakni 252, Maluku Tengah 42, SBT 17, Kabupaten Buru 16, MBD 3 dan SBB 2 kasus.

Sementara itu, sesuai data terkini Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota ambon, Senin (15/6/2020) pukul 21.00 WIT, menunjukan peningkatan yang sangat signifikan.

Data itu menunjukan, total kasus positif di Ambon dari Minggu (14/6/2020) ke Senin (15/6/2020) meningkat 30 kasus. Atau dari sebelumnya 313 kasus menjadi 343 kasus. Sementara pasien positif dari 223 orang menjadi 252 orang. Pasien yang dirawat juga meningkat 29 orang dari sebelumnya 223 menjadi 252 orang, angka kematian juga turut meningkat dari 8 orang menjadi 9 orang. (PJ)

 

 

Exit mobile version