AMBON (info-ambon.com)- Industri perbankan syariah di Provinsi Maluku menunjukkan perkembangan yang positif dalam beberapa tahun terakhir. Hingga Desember 2025, total aset perbankan syariah di daerah tersebut tercatat mencapai Rp1,02 triliun.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Maluku, Andi Muhammad Yusuf, mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan kinerja industri perbankan syariah di Maluku tetap stabil dan terus berkembang.
“Total pembiayaan perbankan syariah di Maluku hingga akhir 2025 tercatat sebesar Rp710 miliar,” kata Andi dalam rilis tertulis yang diterima redaksi info-ambon.com di Ambon, Selasa (10/3/2026).
Selain itu, rasio pembiayaan bermasalah atau Non Performing Financing (NPF) di Maluku tercatat sebesar 1,14 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional yang berada di kisaran 2,19 persen.
Menurut Andi, kondisi tersebut menunjukkan kualitas pembiayaan perbankan syariah di Maluku masih terjaga dengan baik.
Ia menambahkan, perbankan syariah di Maluku memiliki potensi besar untuk terus berkembang, terutama dalam mendukung pembiayaan sektor riil serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah.
“Ke depan, perbankan syariah diharapkan dapat terus berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pembiayaan yang produktif,” ujarnya. (EVA)








Discussion about this post