Pansus COVID-19 DPRD Ambon Berangkat. Ini Tanggapan Internal dan Eksternal

AMBON(info-ambon.com)-Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon, akan meminta pertanggungjawaban dari pimpinan Panitia Khusus (Pansus) Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang saat ini sementara berada di Tangerang Selatan (Tangsel).

Ketua FPKB, Ari  Sahertian yang dihubungi info-ambon.com, Kamis (16/7/2020) malam melalui telepon selulernya mengatakan, pihaknya akan meminta pimpinan pansus atau rombongan yang melakukan studi tiru di Tangsel untuk menyampaikan secara transparan apa yang menjadi pertimbangan sehingga rombongan berangkat, tanpa sepengetahuan anggota pansus lainnya, plus apa yang dilakukan disana, masukan apa yang didapat dan apa manfaatnya untuk warga Ambon.

‘’Ini perjalanan yang aneh, sebab tidak semua anggota pansus mengikutinya. Jangankan mengikuti, mengetahui saja, kami tidak,’’ jelas politisi senior di DPRD Ambon tersebut.

Berita terkait:Pansus COVID-19 DPRD Ambon Studi Tiru ke Tangerang Selatan

Dia sebutkan, sejak awal, FPKB sudah melihat hal yang kurang baik dalam perjalanan Pansus. Makanya, dalam pertemuan pansus dengan eksekutif yang dipimpin Sekkot Ambon, FPKB memilih walk out dari sidang, karena dinilai sudah tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya diinginkan.

‘’Kami fraksi yang walk out saat rapat dengan eksekutif. Kami lihat ada yang kurang baik dalam rapat tersebut,’’ jelas Sahertian.

Karena sama sekali tidak pernah diberitahukan, maka dirinya mengaku tidak tahu agenda apa yang dibawah ke Tangsel dan siapa-siapa saja yang ikut dalam rombongan tersebut.

 

SENSE OF PANDEMIC

Sementara itu, pada kesempatan terpisah, salah satu warga Ambon, Nicko Ngeljaratan yang diminta pandangannya soal keberangkatan pimpinan Pansus COVID-19 DPRD Kota Ambon ditengah pandemic ini, menyebutkan, mereka yang berangkat itu, tidak punya sense of pandemic.

Dia sebutkan, mestinya ditengah masa pandemic ini, oknum anggota DPRD yang ada di Pansus dapat menahan diri dan tidak meninggalkan Kota Ambon untuk sementara.

Menurutnya, saat ini belum dibutuhkan studi banding atau studi tiru penyelesaian COVID-19, namun dibutuhkan tindakan yang Terstruktur, Sistimatis dan Massif (TSM) untuk sama-sama menyelesaikan kondisi ini.

‘’Mestinya tidak tinggalkan Ambon untuk sementara. Tidak butuh studi banding penyelesaian COVID ini, tetapi tindakan lebih TSM. Mestinya begitu, bukan malah pergi keluar Ambon,’’ tegasnya. (PJ)

Exit mobile version