AMBON (info-ambon.com)- Upaya menggali kembali kekayaan arsitektur tradisional Maluku dikemas dalam program LUMA: Penemuan Kembali Arsitektur Tradisi Maluku, yang kini tengah digelar dalam bentuk pameran di Monumen Gong Perdamaian Dunia, Ambon, sejak 24 Mei dan akan berlangsung hingga 30 Mei 2025.
Salah satu agenda utama dalam rangkaian program ini adalah Diskusi LUMA: Arsitektur Negeri Lorulun – Ohoi Wulurat – Negeri Huaulu, yang sukses diselenggarakan pada Selasa, 27 Mei 2025. Diskusi ini dibuka oleh Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XX, Dody Wiranto, S.S., M.Hum., dan dimoderatori oleh peneliti arsitektur, Wesly Johannes. Arsitek dan peneliti Pierre Adelaar Ajawaila hadir sebagai narasumber utama, Kamis (29/5/2025).
Diskusi tersebut memaparkan hasil dokumentasi arsitektur vernakular dari tiga komunitas adat di Maluku: rumah masyarakat adat Huaulu di Negeri Huaulu (Maluku Tengah), dinding batu Lutur di Ohoi Wulurat (Pulau Kei Besar, Maluku Tenggara), dan rumah adat Lorulun (Kepulauan Tanimbar). Hasil dokumentasi ini tidak hanya menjadi arsip digital, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi pengembangan desain arsitektur kontemporer yang berpijak pada nilai-nilai lokal.
“Arsitektur tradisi bukan sekadar bangunan, tapi cerminan identitas dan pengetahuan leluhur,” ujar Ajawaila di hadapan 112 peserta diskusi yang terdiri dari mahasiswa, profesional arsitektur, anggota IAI Maluku, serta perwakilan dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Maluku.
Proyek LUMA merupakan inisiatif pelestarian yang menggabungkan riset, dokumentasi visual, dan pendidikan publik. Selain pameran dan diskusi, program ini juga menyediakan ruang untuk lokakarya dan kolaborasi antar-disiplin demi mendorong keberlanjutan arsitektur tradisi di era modern.
Pameran LUMA sendiri menampilkan arsip digital, instalasi visual, serta rancangan desain modern yang diinspirasi dari arsitektur adat. Pameran terbuka setiap hari pukul 17.00 hingga 22.00 WIT.
Sebagai bagian dari agenda, pertunjukan hiphop urban akan digelar pada Kamis, 29 Mei pukul 20.00 WIT. Sedangkan penutupan pameran akan berlangsung pada Jumat, 30 Mei 2025, dengan pertunjukan musik sebagai puncak perayaan. Acara ini terbuka untuk umum dan didukung penuh oleh Dana Indonesiana serta Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. (EVA)








Discussion about this post