AMBON (info-ambon.com)-Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Al Ikhwan Universitas Pattimura menggelar Musyawarah Akbar (Mubes) ke-23 di Aula Rektorat Unpatti, Kamis (12/2/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan memilih kepengurusan baru sekaligus menjadi forum evaluasi program kerja organisasi.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat, dan Alumni Unpatti, Dr. Nur Aida Kubangun, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya mengatakan musyawarah akbar bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan forum strategis untuk melakukan evaluasi dan memperkuat sinergi dengan organisasi kemahasiswaan lainnya, baik di tingkat universitas, fakultas, maupun program studi.
“Musyawarah akbar bukan sekadar agenda rutin, tetapi forum strategis untuk mengevaluasi program dan memperkuat kolaborasi,” ujarnya saat membuka kegiatan tersebut.
Ia juga menekankan pentingnya membangun budaya dialog dan saling mendengar di kalangan mahasiswa. Menurut dia, penyampaian aspirasi, termasuk melalui aksi demonstrasi, merupakan hak mahasiswa dalam sistem demokrasi, namun harus dilakukan secara santun, tidak anarkis, serta didukung data dan argumentasi objektif.
Selain itu, Nur Aida mendorong UKM Al Ikhwan untuk terus berperan aktif dalam penguatan pembinaan mental dan spiritual mahasiswa, sejalan dengan program pembinaan universitas. Organisasi kemahasiswaan, kata dia, tidak hanya menjadi wadah aktivitas, tetapi juga ruang pembentukan karakter, integritas, dan tanggung jawab sosial.
Ia berharap Musyawarah Akbar ke-23 dapat menghasilkan keputusan terbaik demi kemajuan organisasi dan kontribusi yang lebih luas bagi universitas.
Sementara itu, Ketua LDK Al Ikhwan Unpatti, Irajan Tahlim Loilatu, mengatakan sebagai salah satu UKM yang dikenal di lingkungan kampus maupun luar kampus, LDK Al Ikhwan menghadapi tantangan untuk menjaga eksistensi, konsistensi, serta kualitas gerakan dakwah dan pembinaan mahasiswa.
Menurut Irajan, LDK Al Ikhwan telah berkiprah dan berkolaborasi dengan berbagai UKM di Unpatti selama kurang lebih tiga dekade. Musyawarah Akbar ke-23 menjadi momentum penting untuk menghadirkan kepemimpinan baru yang mampu menjawab dinamika dan kebutuhan mahasiswa saat ini.
Ia menyebut kepengurusan telah menyiapkan kader-kader terbaik untuk melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi. Ke depan, kata dia, kepemimpinan LDK Al Ikhwan harus mampu memahami karakter mahasiswa, membangun kolaborasi yang inklusif, serta menghadirkan program yang relevan dan berdampak.
“Kami berharap musyawarah ini melahirkan kepemimpinan yang lebih baik dari periode sebelumnya dan membawa LDK Al Ikhwan menjadi organisasi yang semakin solid, adaptif, serta berkontribusi positif bagi sivitas akademika,” kata Irajan. (EVA)








Discussion about this post