AMBON (info-ambon.com)- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku bersama Ikatan Adhyaksa Dharma Karini (IAD)Maluku menggelar kegiatan bakti sosial dan bazar Ramadan dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah serta menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman Kantor Kejaksaan Tinggi Maluku pada Rabu (11/3/2026). Kejaksaan Tinggi Maluku menyiapkan sebanyak 350 paket sembako. Paket tersebut berisi beras, gula, susu, mi instan, tepung terigu, dan minyak goreng.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Rudi Irawan bersama Ketua IAD Wilayah Maluku Yuyuk Rudi Irawan.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Adhi Prabowo bersama Asmawati Adhi Prabowo, Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Maluku Diky Oktavia, S.H., M.H. beserta istri, serta jajaran staf Kejaksaan Tinggi Maluku.
Dalam sambutannya, Rudi Irawan mengatakan, bulan Ramadan merupakan momentum untuk meningkatkan keimanan sekaligus memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Bulan Ramadan merupakan bulan yang penuh berkah, rahmat, dan ampunan. Di bulan suci ini kita diajak untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT sekaligus memperkuat rasa kebersamaan, kepedulian, serta solidaritas antar sesama,” ujar Rudi.
Dijelaskan, kegiatan bakti sosial dan bazar Ramadan ini merupakan bagian dari program kerja Ikatan Adhyaksa Dharma Karini Wilayah Maluku yang bertujuan mempererat kebersamaan sekaligus membantu memenuhi kebutuhan menjelang Idul Fitri.
Rudi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan anggota Ikatan Adhyaksa Dharma Karini Wilayah Maluku yang telah berinisiatif menyelenggarakan kegiatan tersebut.
“Kami dari Kejaksaan Tinggi Maluku memberikan dukungan penuh terhadap berbagai kegiatan positif yang dilaksanakan oleh Ikatan Adhyaksa Dharma Karini karena IAD merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keluarga besar Adhyaksa,” katanya.
Ia berharap kegiatan bakti sosial dan bazar Ramadan ini dapat memberikan manfaat bagi keluarga besar Kejaksaan Tinggi Maluku sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di lingkungan institusi.
Secara lebih luas, kegiatan bazar dan pasar murah juga sejalan dengan perkembangan ekonomi syariah di Indonesia yang terus menunjukkan tren positif.
Berdasarkan laporan State of Global Islamic Economy Report 2024/2025, Indonesia menempati peringkat ketiga dunia dalam indikator ekonomi syariah global, berada di bawah Malaysia dan Arab Saudi. Capaian tersebut menunjukkan besarnya potensi pengembangan industri halal serta sistem keuangan berbasis syariah di Indonesia yang terus berkembang setiap tahun. (EVA)








Discussion about this post