Jelang Natal dan Tahun Baru di Maluku, Ini Jumlah Uang Persiapan BI…

Berbagai mata uang rupiah.-dok-

AMBON (info-ambon.com)-Untuk penuhi kebutuhan masyarakat menjelang perayaan Natal 2022 dan tahun baru (Nataru) 2023, Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku menyiapkan uang tunai senilai 1,17 Triliun atau 12,9 persen. Uang tunai jelang Nataru  dibandingan dengan tahun 2021 lalu senilai 1,03 Triliun.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI), Bakti Artanta mengungkapkan, kenaikan kebutuhan uang tersebut disebabkan oleh mobilitas masyarakat yang naik. Jika dibandingkan dengan tahun 2021 lalu aktifitas masyarakat masih terhalang oleh pandemi.

“Untuk perjalanan mungkin tahun 2021 banyak yang terkendala dan masih di rumah, sekarang sudah mulai normal. Kalau tahun kemarin mungkin jarang yang mudik, tapi 2022 ini banyak yang mudik, itulah yang menyebabkan jumlah angka kebutuhan uang tahun ini banyak. Termasuk kebijakan yang kita rasakan saat ini ada bansos atau apapun itu menjadi salah satu pertimbangan kita untuk menyediakan uang kertas,” kata Artanta kepada wartawan di Kantor BI Maluku, Rabu(14/12/2022).

Jika dirincikan, Rp 1,17 Triliun tersebut, terdiri dari Uang Pecahan Besar (UPB) Rp 50.000 dan 100.000 sekitar Rp 1,12 Triliun dan Uang Pecahan Kecil (UPK) Rp 20.000, Rp 10.000, Rp 5.000, Rp 2.000 dan Rp 1.000 sekitar Rp 47 Milliar.

“Dari sisi UPB maupun UPK juga ada kenaikan, kalau UPB tahun 2021 itu hanya 990 miliar kemudian UPK 44 Milliar,” jelas Artanta.

Menurutnya, untuk wilayah Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Seram Bagian Barat masih bisa dihendel oleh BI, tapi untuk wilayah terluar misalnya, Kabupaten Maluku Tenggara, Kabupaten Namlea, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Kabupaten Kepulauan Aru semuanya telah didroping pada akhir November lalu, sehingga BI optimis kebutuhan uang di daerah-daerah tersebut bisa tercukupi dalam menghadapi Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN).

“Jadi kita sudah dropping dikas titipan di Namlea, Tual, Saumlaki dan termasuk di Fak-Fak itu sudah kita droping dan InsyaAllah sampai dengan akhir tahun Bank-Bank kas titipan itu sudah siap untuk melayani yang ada di sana termasuk untuk kebutuhan ATM-nya,” terang Artanta.

Selain itu, lanjutnya, untuk menyediakan UPK untuk masyarakat di Kota Ambon, BI telah melakukan kegiatan kas keliling sejak 7, 8, 13 dan 14 Desember di beberapa titik lokasi yang berbeda.

“Memang kas keliling sudah berakhir, tapi disetiap perbankan juga telah membuka penukaran UPK, sehingga kami berikan kesempatan untuk menarik UPK di minggu-minggu agar nantinya bisa melayani semuanya masyarakat penukaran UPK,” tuturnya.

Tak hanya untuk UPK, tambah Artanta, pikanya juga telah berkordinasi dengan pihak perbankan yang ada di Kota Ambon untuk UPB di setiap ATM, sehingga penyediaan UPB disetiap ATM itu bisa diawasi.

“Kita minta kepada pihak perbankan untuk ATM itu selalu diawasi, dimonitor kebutuhannya . Uang Rp 50.000 dan Rp 100.000 sudah siap dan kami minta kepada perbankan untuk monitor kondisi ATM, misalnya saldo di ATM juga kurang segera dapat dipenuhi. Jadi uangnya sudah kita siapkan, silahkan pihak perbankan tarik untuk penuhi kebutuhan ATM, sehingga kami berharap tidak ada keluhan, tidak ada ATM yang mati, tidak ada ATM yang tidak ada saldonya, makanya kami akan bekerjasama dengan teman-teman perbank terus untuk melihat perkembangan ini,” pungkasnya. (EVA)

Exit mobile version