Harga Ikan dan Telur ‘Bersaing Ketat’ di Pasar Tradisional Ambon

AMBON(info-ambon.com)-Harga ikan dan telur saat ini bersaing ketat di pasar-pasar tradisional Kota Ambon. Persaingan harga tersebut membuat sebagian ibu-ibu, penjual kuliner makanan menjerit. Persaingan harga ikan dan telur tersebut sudah terjadi bulan Puasa lalu, kemudian berlanjut ke Idul Fitri dan bertahan sampai saat ini.

info-ambon.com yang sering memantau harga-harga kebutuhan pokok di pasar tradisional Mardika dan Barumerah, mendapati bahwa persaingan harga itu karena harga yang dipatok penjual melebihi ekspektasi. Bahkan cenderung meningkat 2 kali lipat khusus untuk harga ikan. Sementara harga telur yang sebelum idul fitri biasa dibeli Rp1.900-Rp2.100, kini tetap bertahan di angka Rp2.500 per butir.

Untuk harga ikan, juga melangit. Bahkan cenderung kosong. Saat ini, pedagang menjual ikan-ikan yang sudah tersimpan di cold storage. ”Tak ada ikan segar, nelayan belum turun melaut, hujan dan ombak,” celutuk Abu, salah satu penjual ikan di pasar Mardika.

Ikan momar, yang biasanya dijual pedagang 6-7 ekor dengan harga Rp25.000, kini tak lagi bisa ditemui.  Saat ini, ikan momar yang dijual di Mardika maupun Batumerah sama, yakni 3 ekor Rp25.000 atau naik 50 persen.

”Ikan cakalang sangat mahal. Bahkan 1 ekor bisa dipatok Rp150.000-Rp200.000 tergantung besarannya. Yang agak kecil, paling murah Rp50.000,” kata Ibu Yanti kepada info-ambon.com, Selasa (9/5/2023).

Mereka meminta ada intervensi pemerintah terhadap melambungnya harga-harga ini, sebab ikan dan telur adalah kebutuhan pokok yang setiap hari dibutuhkan oleh masyarakat. ”Mestinya sebagai lumbung ikan nasional, harga ikan di Ambon murah,” lanjut ibu Yanti. (PJ)

 

Exit mobile version