Gedung Kantor Klasis GPM PAT Ditahbiskan

Penandatanganan prasasti oleh Walikota Ambon pada penahbisan Kantor Klasis GPM Pulau Ambon Timur, Senin disaksikan Ketua MPH Sinode, Ketua Klasis GPM PAT, panitia pembangunan.-PJ-

AMBON(info-ambon.com)-Setelah melalui pergumulan panjang dalam pembangunannya, gedung kantor dan pastori Klasis GPM Pulau Ambon Timur (PAT) di jalan Upua Baguala-Passo, akhirnya ditahbiskan oleh Ketua MPH Sinode GPM, Pdt Elifas Maspaitella.

Walikota Ambon, Sekot Ambon, Wakil Bupati Maluku Tengah, Ketua DPRD Maluku, anggota DPRD Kota Ambon dan Maluku, yang mewakili Rektor Unpatti, IAKN, UKIM juga turut hadir saat pentahbisan tersebut.

Ketua MPH Sinode GPM, Pdt Elifas Maspaitella dalam sambutannya pada acara itu sampaikan, semua umat GPM patut bersyukur, karena dengan kelembagaan Klasis Pulau Ambon  Timur dan Ambon Utara dari Klasis Pulau Ambon pada 3 April 2013 lalu, membuat misi gereja berjalan lebih maksimal.

Disebutkannya, kantor yang diresmikan atau ditahbiskan ini, kiranya dapat lebih memaksimalkan proses pelayanan tersebut, sehingga kesaksian dan pemberdayaan umat lebih baik kedepan.

Dikatakannya, dengan adanya kantor yang representative ini, memberi pesan kepada kita bahwa seluruh perencanaan pelayanan harus berbasis data rill yang ada.

Dinamika transformasi digital sebagai bagian dari bermisi kita di 2022, lanjut Maspaitella, sudah harus memperhatikan potensi data umat gereja. Potensi ini dimaksudkan yakni sumber daya umat.

Olehnya, kedepan, perekrutan tenaga di kantor klasis yang merupakan tenaga organik gereja, hendaknya juga memperhatikan tenaga yang kapabel, agar kita mampu membaca realitas pelayanan dan mengelola pelayanan gereja yang berbasis digitalisasi atau data yang sudah bersifat online.

‘’Kita yakin, dengan pembangunan kantor ini, kalau tugas di jemaat bisa maksimal, maka kedepan, peran warga gereja secara efektif akan bisa berjalan dengan sinergis melalui kordinasi yang efektif dalam bangunan kantor ini,’’ tegasnya.

Dengan ditahbiskannya bangunan kantor KPAT ini, semua kerja kita kedepan khususnya di Ambon Timur menjadi kerja yang yang terukur, berkelanjutan dan mengerakan partisipasi warga gereja.

Sementara itu, Walikota Ambon Richard Louhenapessy dalam sambutannya yang dibacakan Sekot Ambon Agus Ririmasse sampaikan, pentahbisan ini sejatinya adalah persembahan bangunan yang bersifat material untuk menjadi warta kudus  bagi Tuhan. Olehnya, pembangunannya menjadi kemuliaan bagi nama Tuhan.

Gedung ini, lanjut walikota, menandakan bahwa warga dan pelayan di KPAT akan mendapat pelayanan yang lebih maksimal lagi kedepan.

Kantor ini akan menjadi tempat untuk mengkonsepkan, merumuskan dan memutuskan hal-hal pelayanan yang strategis terkait dengan pemberitaan injil, membangun dan memberdayakan pelayanan maksimal kepada jemaat, persembahan kudus kepada Allah dan pelayanan social yang akan disesuaikan dengan konteks dan kewilayahan klasis.

Diakui, walau dalam 2 tahun ini, kondisi dunia dilanda pandemic covid, namun kita masih tetap diberikan kesempatan untuk hidup, bahkan kantor ini bisa tetap dibangun dan diresmikan saat ini. ‘’Jika melihat kondisi yang tak menentu ini, dan melihat peresmian kantor saat ini, maka kita harus merenung dan menyebut, bahwa ini hanya karena kasih karunia Tuhan saja,’’ sergahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Decky Soplanit dalam laporannya sampaikan, panitia pembangunan kantor dan pastori dibentuk sudah cukup lama yakni pada 20 Oktober 2013 dan pelatakan batu alasan dilakukan pada 20 Desember 2013 diatas lahan seluas 1500M3.

Kantor ini dibangun pada masa kepemimpinan 4 ketua klasis yakni Pendeta Ibu Ike Wattimury, Pend Danny Wattimanela, Pend Cak Sapulette dan pentahbisannya saat kepemimpinan ketua klasis dijabat Pend Odhy Ririmasse.

Anggaran yang digunakan berasal dari APBD Maluku, bantuan Pemkot Ambon dan juga dana pokok pikiran dari Lucky Wattimury yang saat ini menjabat Ketua DPRD Maluku serta partisiasi 30 jemaat di KPAT dengan perkiraan menghabiskan biaya sekitar Rp3,5 Miliar. (PJ)

Exit mobile version