Gebyar PAUD 2019, Hadirkan Permainan Tradisional dan Dukung Ambon Sebagai Kota Musik Dunia

AMBON (info-ambon.com)-Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dalam hal ini Dinas Pendidikan Kota Ambon menyelenggarakan gebyar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 2019, kegiatan gebyar juga dalam rangka mendukung Kota Ambon sebagai Kota musik dunia versi Unesco yang ditetapkan pada 30 Oktober 2019, permainan tradisional pada era tahun 60-an, seperti lemon nipis, lengkalileng, pak polisi, domikado,sekolah batu, dan mewarnai untuk kelas bermain kolose untuk anak TK, melibatkan PAUD-PAUD di 5 Kecamatan kota Ambon, yang diselenggarakan di pelataran Pattimura Park, Jumat (6/12/2019)

Sekertaris Kota Ambon, Anthony Gustav Latuheru dalam sambutannya menyampaikan, semarak PAUD tahun 2019, diisi dengan permainan tradisional dengan mewarnai, supaya- anak-anak ketika pulang sekolah tidak diperbiasan dengan Handphone (HP), tetapi mereka diperbiasakan dengan permainan tradisional yang bersifat edukatif.

“Anak-anak ini harus diajarkan dengan permainan tradisonal, kenapa kegiatan ini disosialisasikan lagi, supaya anak tidak lagi dipersibukan dengan Hp, tetapi harus diperbiasakan dengan permainan tradisional, yang bersifat edukasi kepada mereka, termasuk kerjasama, kekompakan, sehingga mereka saling menghargai itu yang paling penting bagi mereka saat bermain,”akuinya.

Sementara itu, Kepala Pendidikan Kota Ambon, Fahmi Salatalohy, menambahkan, kegiatan gebyar PAUD dalam rangka mendukung Ambon sebagai kota musik dunia versi unesco, lalu kita melihat subtansi dari kegiatan ini, bagaimana anak-anak ini di kembalikan ke era 60-an, dan bagaimana dengan permainan unik dan klasik kedaeraan, misalnya ada permainan lengkalileng, lemon nipis.

“Di tengah-tengah anak- anak kita berada pada era milenial, permainan tradisional ini hampir hilang, tetapi kami mencoba untuk merickel ulang anak-anak untuk memberikan pemahaman yang pernah diajarkan oleh orang- orang tua kita, jadi ini sudah kompilit sekali, tradisi-tradisi ini merupakan tradisional lokal untuk di kembangkan supaya mereka tidak melupakan budaya-budaya yang ada.

Ditambahkan, pihaknya merasa sosialisasi ini masih kurang, dan beberapa TK dan PAUD yang tidak di libatkan, mereka akan dilibatkan secara maksimal. Dinas pendidikan punya komitmen besar untuk kota Ambon sebagai kota musik dunia. “Kita punya komitmen besar yang intinya dalam perwujudakan Ambon menuju kota musik dunia, banyak kegiatan yang akan dilakukan pada tingkat SD dan SMP,”tutup dia.(IA-EVA)

Exit mobile version