AMBON (info-ambon.com)- Anggota Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Anos Yeremias, mengimbau masyarakat Kota Ambon dan sekitarnya untuk tidak panik dengan menyimpan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax di rumah.
Imbauan ini disampaikan menyusul antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Ambon dalam beberapa hari terakhir akibat kekhawatiran kenaikan harga BBM.
“Kita khawatir jika masyarakat menyimpan BBM di rumah, itu berbahaya karena berpotensi menyebabkan kebakaran yang merugikan diri sendiri dan keluarga,” kata Yeremias kepada awak media, Kamis (2/4/2026).
Menurut dia, kepanikan warga terjadi sejak Selasa (31/3/2026) hingga Rabu (1/4/2026), setelah beredar isu kenaikan harga BBM per 1 April 2026.
Yeremias menegaskan, informasi tersebut tidak benar karena pemerintah tidak menaikkan harga BBM, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan maupun harga.
Ia juga memastikan stok BBM di Maluku dalam kondisi aman. Berdasarkan laporan yang diterimanya, ketersediaan Pertamax diperkirakan cukup untuk 20 hari ke depan, sementara Pertalite mencapai 21 hari.
“Jadi kapal tanker minyak selalu sandar untuk menyalurkan BBM. Artinya, masyarakat tidak perlu khawatir,” ujarnya.
Sebagai Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Maluku, Yeremias mengaku telah memantau langsung situasi di sejumlah SPBU saat antrean terjadi.
Ia bahkan berada di SPBU Galunggung hingga dini hari, serta melakukan pemantauan di SPBU Lateri untuk memastikan distribusi BBM berjalan.
Namun demikian, ia menilai antrean masih terjadi akibat kepanikan warga yang membeli dan menyimpan BBM untuk kebutuhan pribadi.
“Kemungkinan masyarakat panik, lalu menyimpan satu atau dua liter di rumah. Tapi harus hati-hati, karena BBM sangat sensitif dan mudah terbakar,” katanya.
Ia pun mengingatkan warga yang sudah terlanjur membeli BBM agar menyimpannya dengan aman dan tidak berlebihan.
“Kalau memang sudah terlanjur membeli untuk konsumsi pribadi, harap berhati-hati dalam penyimpanan,” ujarnya.
Yeremias kembali menegaskan bahwa tidak ada kenaikan harga BBM pada 1 April 2026 dan distribusi berjalan lancar, sehingga masyarakat diminta tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan. (EVA)








Discussion about this post