Dishub Ambon Diminta Bentuk Tim Terpadu di Terminal Mardika

Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon, Etha Siahay.

AMBON (info-ambon.com)-Ketua Komisi III DPRD Kota Ambon, Margareth Siahay, meminta kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Ambon untuk segera membentuk tim terpadu di terminal Mardika, supaya area tersebut dapat ditata secara baik sesuai peruntukannya.

Dikatakan, tim terpadu itu harus melibatkan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk sama-sama turun tangan menyelesaikan masalah tersebut. Sebab itu selalu menjadi keluhan para sopir angkot yang beroperasi di terminal.

“Kendala itu karena belum ada tim terpadu yang akan dibuat bersama dengan stakeholder terkait supaya terminal dapat berfungsi kembali sebagaimana peruntukannya,”ungkal Ketua Komisi III DPRD Kota Ambon, Margaretha Siahay kepada wartawan,  di Kantor DPRD Kota Ambon, Selasa (26/7/2022).

Selain itu, Dishub juga diminta agar segera memfungsikan terminal angkot mardika sebagaimana mestinya.

Pasalnya, fungsi terminal yang merupakan salah satu komponen dari sistem transportasi sebagai tempat pemberhentian sementara kendaraan umum untuk menaikkan dan menurunkan penumpang bak sebuah pasar.

Sebab, banyak lapak pedagang yang menjamur di dalam area terminal, sehingga mengganggu aktivitas angkutan kota terganggu. Akibatnya, terjadi kemacetan di Pasar Mardika karena Angkot terpaksa mengangkut serta menurunkan penumpang diluar terminal.

“Kita minta agar Dishub segera fungsikan Terminal Mardika sebagaimana mestinya.

Disebutkan, masalah itu harus diselesaikan secepatnya sehingga tidak menimbulkan masalah baru dikemudian hari.

Hal senada juga disampaikan para sopir angkot di Kota Ambon yang sehari-hari harus mengangkut penumpang di luar area terminal.

Sementara itu, Ketua jalur Trayek Passo, Isaac Pelamonia, mempertanyakan keseriusan Dishub dalam menangani persoalan semrawutnya Terminal Mardika.

“Pemerintah dimana?, Janji mau penertiban itu kapan jelasnya. Kita sudah sangat resah dengan kondisi terminal Mardika saat ini,”katanya.

Dia menuding bahwa kemacetan yang sulit diurai karena salah  hal ini Dishub. Sebab pemerintah membiarkan terminal dijadikan sebagai pasar. “Dalam terminal macetnya minta ampun. Lebih banyak pedagang ketimbang angkot. Apakah tak adakah solusi lagi?,” pungkasnya. (EVA)

Exit mobile version