BI: Alat Timbangan untuk Pemkot Mubasir

Penyerahan timbangan oleh BI kepada Pemkot Ambon yang selanjutnya dilanjutkan ke para pedagang di PAsar Mardika. Sayang, bantuan itu tidak digunakan.-dok IA-

AMBON (info-ambon.com)-Alat timbangan yang diberikan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) kepada para pedagang di pasar Mardika, dinilai mubasir. Karena pemberian alat timbangan tersebut merupakan kerjasama dengan Pemkot untuk menekan inflasi di Kota Ambon, namun sayangnya timbangan yang diberikan sama sekali tak digunakan oleh pedagang.

“Kita kan kerjasama dengan Pemkot untuk memberikan timbangan kepada pedagang, untuk menekan inflasi dengan menekan harga dimana pedagang berjual menggunakan timbangan. Kalau tak difungsikan, ini sangat mubasir,”kata Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Maluku, Bambang Pramasudi kepada wartawan disela-sela pertemuan dengan media, beberapa waktu lalu.

Dikatakan, kedepan untuk memberikan sumbangan pihaknya akan melakukan evaluasi. Apalagi Pemkot juga mempunyai anggaran untuk pemberian sumbangan timbangan. “Nanti kita akan evaluasi, dan juga kami akan melakukan koordinasi dengan Disperindag terkait dengan pengawasan mereka dilapangan seperti apa, menyangkut penggunaan timbangan,”ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 42 unit alat timbangan disumbangkan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku bagi para pedagang di Pasar Mardika Ambon. Pemberian bantuan alat timbangan itu berlangsung dalam apel pagi di halaman parkiran Balai Kota Ambon, Selasa (23/10) yang dihadiri oleh Walikota Ambon, Richrad Louhenapessy, Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Maluku.

Penyerahan bantuan alat timbang itu diserahakan langsung oleh Kepala Knator Perwakilan BI Provinsi Maluku, Bambang Pramasudi secara simbolis kepada para pedagang dan didampingi Walikota Ambon.

“Pemberian bantuan dari BI sejalan dengan ditetapkannya Kota Ambon oleh Kementrian Perdagangan sebagai kota tertib ukur nasional,” jelas walikota dalam arahannya.

 Selain itu, kata walikota, alat ukur berupa timbangan merupakan salah satu elemen pengukur tingkat inflasi di suatau daerah termasuk Provinsi Maluku khususnya di Kota Ambon.

‘’Selama ini, para pedagang di pasar, hanya jual sesuatu dengan sistim perkiraan, padahal, untuk mengukur tingkat inflasi sebuah daerah, harus ada parameternya dan timbangan ini salah satunya,’’ ujarnya.

Untuk itu, walikota berharap kedepan semua pedagang yang menjual daganganya akan diarahkan menggunakan timbangan, sehingga ada kepastian. ‘’Di daerah lain, kita beli telur misalnya, diukur dengan kilo gram. Di Ambon ini, diukur berdasarkan prakiraan harga pasar saja. Ini contoh kecil. Kedepan semua pedagang harus milikinya,’’ pinta walikota.(EVA)

Exit mobile version