Bantuan Modal Usaha bagi Penyandang Disabilitas di Maluku

AMBON (info-ambon.com)-Direktur Clerry Cleffy Institute (CCI) Dwi Prihandini menyerahkan bantuan modal usaha dan pembangunan akses jalan yang ramah bagi penyandang disabilitas di Maluku  kepada ketua Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia Provinsi Maluku.

“CCI menyalurkan bantuan modal usaha bagi puluhan penyandang disabilitas di Provinsi Maluku. Bantuan yang disalurkan ini tahap II untuk 11 orang setelah sebelumnya tahap I diserahkan bagi 25 penyandang disabitas di kota Ambon dan pulau Seram,” kata Direktur CCI, Dwi Prihandini di Ambon, di Hotel Pasifik, Rabu (19/6/2019).

Dikatakan, penyaluran modal usaha bekerja sama dengan Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Provinsi Maluku untuk mendata para penerima bantuan.

“Saya bekerjasama dengan HWDI Provinsi Maluku, karena saya melihat banyak perempuan marginal yang belum mendapatkan hak mereka untuk berdaya dan mandiri,” katanya.

Bantuan modal usaha tahap I diberikan Januari 2019 untuk 25 orang penyandang disabilitas yakni 21 orang warga kota Ambon dan empat lainnya warga SBB. Tahap II diberikan bagi lima orang yang konsisten di tahap I dan tambahan enam orang.

Melalui bantuan ini kata Dwi, pihaknya berharap penyandang disabilitas menjadi berdaya dan mandiri, dan sebagai perempuan memiliki ruang untuk mengaktualisasikan diri dengan baik.

“Bantuan yang diberikan jumlahnya tidak besar tetapi diharapkan dapat membantu mereka untuk bisa mandiri untuk melakukan berbagai usaha, memiliki semangat hidup dan merasa tidak sendiri karena ada yang peduli dengan mereka, dan kedepan mereka bisa menjadi inspirasi bagi disabilitas lainnya,” ujarnya.

Selain menyalurkan bantuan modal usaha, CCI bersama HWDI Maluku juga akan menyiapkan ruang ramah disabilitas di publik yakni di rumah ibadah.

“Selama ini kita melihat ruang publik yang ramah bagi penyandang disabilitas di kota Ambon belum ada, sehingga kedepan kita akan membangun akses jalan yang tahap awal dibuat di gereja,” katanya.

Setelah pembangunan akses jalan di gereja maka akan dilanjutkan ke masjid, dengan harapan masyarakat lebih peduli dengan ruang publik yang ramah bagi penyandang disabilitas, sehingga bisa berinteraksi dengan baik.

Sementara itu ketua HWDI Maluku Mien Rumlaklak menyatakan, pihaknya bersyukur kerena para penyandang disabilitas merasa dihargai atau diperhatikan melalui bantuan tunai modal usaha.

“Bantuan ini diberikan donatur mandiri yang peduli pada penyandang disabilitas di Maluku, tentunya sangat membantu karena disabiltas terbatas untuk mencari pekerjaan karena keterbatasan fisik,” tandasnya.

Bantuan modal usaha yang diebrikan telah dimanfaatkan untuk usaha berbagai jenis usaha seperti berjualan pulsa, beternak ayam, jual beras, kue, menjahit dan salon.(EVA)

Exit mobile version