AMBON (info-ambon.com)-Anggota Komisi II DPRD Maluku, Anos Yeremias, menyoroti maraknya dugaan praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak di wilayah Wetar Barat dan Wetar Timur, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).
Menurut Anos, praktik destructive fishing tersebut diduga terjadi di perairan Karbubu dan Klishatu. Bahkan, beredar video yang disebut-sebut direkam di wilayah Arwala, Wetar Timur, yang memperlihatkan dugaan aktivitas penangkapan ikan menggunakan bahan peledak.
“Ini sudah sering terjadi dan sangat meresahkan masyarakat. Selain merugikan nelayan lokal, tindakan ini juga merusak ekosistem laut,” kata Anos kepada wartawan di Ambon, Ahad (1/3/2026).
Anos menyebut praktik pengeboman ikan di kawasan itu bukanlah kejadian baru. Ia mengatakan aksi tersebut diduga kerap dilakukan oleh nelayan yang berasal dari Pulau Alor, Nusa Tenggara Timur.
Politisi Partai Golkar Maluku itu menilai keterbatasan personel di tingkat Polsek dan Koramil menjadi kendala dalam pengawasan wilayah perairan Wetar yang luas dan berbatasan langsung dengan daerah lain.
Karena itu, ia meminta Kapolda Maluku dan Pangdam XV/Pattimura untuk menambah fasilitas pendukung bagi Polsek dan Koramil di wilayah Wetar, termasuk penambahan jumlah personel.
Ia juga mendorong aparat penegak hukum meningkatkan patroli laut serta mengambil langkah tegas terhadap pelaku pengeboman ikan.
Anos berharap upaya tersebut dapat menjaga kelestarian sumber daya laut sekaligus melindungi mata pencaharian masyarakat pesisir di Kabupaten Maluku Barat Daya. (EVA)








Discussion about this post