AMBON (info-ambon.com)- Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon mendorong mahasiswa, khususnya kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), untuk berperan aktif sebagai agen perubahan dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Ambon, Edwin Pattikawa, saat membuka Kaderisasi Tingkat Dasar GMNI Cabang Ambon di Ruang Vlissingen, Balai Kota Ambon, Selasa (10/2/2026).
Dalam sambutannya, Pattikawa menegaskan mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah arus perubahan zaman yang berlangsung cepat. Menurut dia, disrupsi teknologi, tekanan ekonomi, krisis lingkungan, hingga berbagai persoalan sosial membutuhkan generasi muda yang kritis sekaligus solutif.
“Mahasiswa harus tampil sebagai kekuatan intelektual dan moral. Bukan hanya lantang mengkritik, tetapi juga mampu menawarkan jalan keluar atas persoalan masyarakat,” ujar Pattikawa.
Ia menilai GMNI memiliki rekam jejak panjang sebagai organisasi perjuangan mahasiswa yang konsisten menanamkan nilai nasionalisme dan keberpihakan kepada rakyat. Karena itu, kaderisasi menjadi ruang strategis untuk membentuk karakter, integritas, dan arah perjuangan mahasiswa ke depan.
Mengangkat tema “Student Movement: Jemput Indonesia Emas 2045”, Pattikawa mengatakan kegiatan tersebut harus dimaknai sebagai panggilan sejarah. Menjelang 100 tahun kemerdekaan Indonesia pada 2045, bangsa ini membutuhkan sumber daya manusia yang unggul, beretika, serta memiliki kepekaan sosial.
“Indonesia Emas tidak lahir dengan sendirinya. Ia dipersiapkan oleh generasi hari ini. Gerakan mahasiswa punya tanggung jawab politik dan sosial dalam proses itu,” tegasnya.
Pemkot Ambon, lanjut dia, memandang mahasiswa sebagai mitra kritis pemerintah yang dapat menyampaikan masukan secara konstruktif sekaligus terlibat aktif dalam pembangunan daerah.
Melalui kaderisasi tersebut, Pemkot berharap lahir kader-kader GMNI yang berintegritas, menjadi sumber gagasan dan inovasi, serta mampu menjaga nilai persatuan, toleransi, dan perdamaian di tengah masyarakat.
“Gunakan kaderisasi ini untuk membentuk diri menjadi mahasiswa yang berpikir kritis, bertindak santun, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” kata Pattikawa.
Ia menambahkan, masa depan bangsa sangat ditentukan oleh pilihan dan perjuangan generasi muda saat ini.
“Apa yang diperjuangkan mahasiswa sekarang akan menentukan wajah Indonesia di masa depan,” pungkasnya. (EVA)








Discussion about this post