AMBON (info-ambon.com)- PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) terus melakukan perbaikan dan penormalan sistem kelistrikan secara intensif pasca terjadinya gangguan jaringan akibat cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Ambon dan sekitarnya.
General Manager PLN UIW Maluku dan Maluku Utara, Noer Soeratmoko menyampaikan, dari informasi Perkiraan Cuaca BMKG, bahwa sejak 2 bulan terakhir ini terjadi cuaca ekatrim di propinsi maluku dan Maluku uatara. Kondisi cuaca ini berupa angin kencang, hujan lebat yg akan berdampak terhadap terganggunya sistem kelistrikan dan proses pengiriman BBM melalui laut. Kondisi cuaca ini kami monitor secara harian, sehingga tiap unit PLN harus sigap menghadapi bencana dalam hal kecepatan penormalan sistem kelistrikan. Seluruh petugas teknis langsung diterjunkan ke lapangan untuk memastikan sistem dapat kembali beroperasi secara aman dan andal jika terjadi bencana, dan ketersediaan material cadangan perlu di jaga.
“Begitu terjadi gangguan, petugas kami langsung melakukan pengamanan sistem, penelusuran titik gangguan, serta perbaikan jaringan. Penormalan dilakukan secara bertahap agar sebagian pelanggan dapat segera kembali menikmati pasokan listrik,” ujar Soeratmoko, Senin (9/2/2026).
Berdasarkan hasil evaluasi lapangan, gangguan terjadi pada Penyulang Hutumuri ULP Baguala akibat cuaca ekstrem yang menyebabkan pohon tumbang dan menimpa jaringan tegangan menengah (JTM) di wilayah Lawena, pada Sabtu, 8 Februari 2026 sekitar pukul 17.00 WIT.
Akibat kejadian tersebut, tercatat volume kerusakan jaringan JTM berupa tiga gawang kabel terlepas bersama dengan satu set konstruksi TM 1 pada Penyulang Hutumuri. Hingga pembaruan data pada Minggu, 9 Februari 2026 pukul 01.18 WIT, PLN telah menyelesaikan perbaikan pada dua gawang, sementara satu gawang masih dalam proses perbaikan.
Dalam proses penanganan, PLN melakukan sejumlah tindak lanjut teknis, antara lain perbaikan konstruksi jaringan pada Penyulang Hutumuri, perubahan konstruksi dari TM 1 ke TM 5 pada titik dengan posisi menikung akibat kondisi travers bengkok, serta penanganan tiang di area jurang yang licin dan tidak dapat dijangkau skylift. Untuk kondisi tersebut, petugas menggunakan metode tali panjat guna memastikan pekerjaan tetap berjalan aman dan sesuai prosedur keselamatan kerja.
“Kami memastikan seluruh proses perbaikan dilakukan sesuai standar keselamatan kerja dan prosedur operasional. Keandalan sistem menjadi prioritas utama, terlebih menjelang periode siaga keagamaan,” tambah Soeratmoko.
Hingga saat ini, dampak gangguan pada Penyulang Hutumuri mencakup wilayah Lawena, Hutumuri, Rutong, dan Leahari, dengan total pelanggan terdampak sebanyak 2.178 pelanggan, di mana 1.018 pelanggan telah kembali menyala, atau sekitar 47 persen dari total pelanggan terdampak.
PLN UIW MMU juga terus melakukan evaluasi dan penguatan sistem sebagai langkah antisipasi ke depan, termasuk pemeliharaan jaringan dan peningkatan kesiapsiagaan petugas, khususnya dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem.
PLN mengimbau masyarakat untuk berpartisipasi aktif menjaga keandalan kelistrikan dengan melaporkan potensi gangguan seperti pohon dekat jaringan, tiang miring, atau kabel menjuntai melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center 123.
“Atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan, kami menyampaikan permohonan maaf. PLN berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat Maluku dan Maluku Utara,” tutup Soeratmoko. (EVA)








Discussion about this post