AMBON (info-ambon.com)- Anggota DPRD Provinsi Maluku dari Fraksi Partai Gerindra, Zein Syaiful Latukaisupy, bergerak cepat meredam ketegangan antarwarga menyusul insiden pembakaran sejumlah sepeda motor di lokasi tambang cinnabar Gunung Tembaga, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku.
Insiden tersebut dipicu aksi protes warga setelah kasus penganiayaan terhadap seorang penambang, La Ode Jamilu (43), warga Kota Ambon, dinilai lamban ditangani aparat kepolisian setempat.
Latukaisupy menjelaskan, korban dianiaya menggunakan benda keras oleh sejumlah pemuda yang diduga mencuri hasil tambang milik warga Negeri Iha. Akibat penganiayaan itu, korban harus mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Negeri Iha.
“Warga Negeri Iha sudah memberi tenggat waktu 2×24 jam kepada Polsek Huamual untuk menangkap pelaku. Namun hingga tiga hari tidak ada perkembangan, sehingga emosi warga memuncak dan berujung pada pembakaran kendaraan di lokasi tambang,” kata Latukaisupy saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (tanggal menyesuaikan), katanya kepada wartawan di Ambon, Senin (9/2/2026).
Ia mengaku kecewa dengan kinerja aparat kepolisian tingkat polsek yang dinilai lamban merespons laporan masyarakat. Menurutnya, keterlambatan penanganan kasus hukum berpotensi memicu konflik horizontal antarwarga.
Untuk meredam situasi, Latukaisupy mengaku telah berkoordinasi dengan penanggung jawab tambang serta para pihak terkait. Ia menegaskan, seluruh pihak yang terlibat, baik dalam kasus penganiayaan maupun pembakaran kendaraan, harus bertanggung jawab dan diproses sesuai hukum.
“Tidak boleh ada pembiaran terhadap tindak kekerasan maupun perusakan. Keamanan dan kenyamanan masyarakat harus dijamin,” ujarnya.
Sebagai langkah mediasi, Latukaisupy mendorong warga Negeri Iha dan Desa Luhu untuk bersama-sama mengganti kendaraan yang terbakar, guna mencegah munculnya dendam dan konflik berkepanjangan.
“Saya ingin ada rasa tanggung jawab bersama agar tidak terjadi balas dendam yang bisa memperparah keadaan,” kata dia.
Selain itu, Latukaisupy mengimbau agar sementara waktu warga Negeri Iha menggunakan jalur laut dalam beraktivitas guna menghindari potensi gesekan pasca-insiden. Ia juga memastikan warga Desa Luhu tetap dapat melintas jalur darat dengan aman.
Latukaisupy menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang melakukan kekerasan di kawasan tambang tersebut.
“Jika ada warga Negeri Iha yang melakukan kekerasan terhadap warga Desa Luhu, saya akan mengambil langkah tegas, termasuk mengeluarkan pelaku dari lokasi tambang dan wilayah Negeri Iha,” tegasnya.
Langkah cepat tersebut, menurut Latukaisupy, dilakukan demi menjaga stabilitas keamanan, ketertiban, serta keharmonisan antarwarga di kawasan pertambangan SBB. (EVA)








Discussion about this post