AMBON (info-ambon.com)-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku menggelar kegiatan Literasi dan Inklusi Keuangan serta Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) di Negeri Administratif Kilga Watubau, Kecamatan Kian Darat, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Selasa (27/1/2026).
Kegiatan yang berlangsung di kantor desa setempat itu diikuti oleh masyarakat setempat dan dihadiri perwakilan OJK Maluku serta Bank Pembangunan Daerah Maluku dan Maluku Utara (BPDM).
Pejabat Kepala Pemerintah Administratif Desa Batu Bau, Ahmad Almadaly, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan literasi keuangan tersebut. Ia menilai program ini penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam mengelola keuangan dan mengenal layanan perbankan.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam memahami cara mengelola keuangan, menabung, serta mengembangkan potensi ekonomi di desa,” ujar Ahmad.
Menurut dia, kehadiran perbankan di desa juga diharapkan dapat mempermudah akses layanan keuangan, termasuk penyaluran bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH), sehingga masyarakat tidak perlu lagi mengambil bantuan ke Bula.
Sementara itu, Wakil Kepala OJK Maluku, Novian Suhardi, mengatakan kegiatan literasi dan inklusi keuangan merupakan bagian dari tugas OJK untuk hadir langsung di tengah masyarakat sekaligus memperkenalkan peran dan fungsi OJK.
“OJK bertugas mengawasi seluruh produk dan layanan jasa keuangan. Melalui kegiatan ini, kami ingin masyarakat memahami produk perbankan, asuransi, hingga layanan keuangan lainnya yang berizin dan diawasi OJK,” kata Novian.
Ia menambahkan, OJK bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) akan melaksanakan survei literasi dan inklusi keuangan di Dusun Angar yang ditetapkan sebagai lokasi uji coba atau blok sensus.
Survei tersebut bertujuan mengukur tingkat pemahaman dan penggunaan masyarakat terhadap produk keuangan, seperti tabungan, deposito, asuransi, dan pasar modal, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024.
“Jika literasi keuangan masyarakat meningkat, maka pengelolaan keuangan juga akan lebih terencana dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam kegiatan ini, BPDM Maluku dan Maluku Utara turut mensosialisasikan berbagai produk perbankan kepada masyarakat guna memperluas akses layanan keuangan di wilayah pedesaan.
Diketahui, sebelumnya, OJK Provinsi Maluku telah mendatangi Negeri Gah, Kecamatan Tutuk Tolu, Kabupaten SBT. (EVA)








Discussion about this post