AMBON (info-ambon.com)- Sidang Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Hatalai ke-50 resmi dibuka pada Minggu (25/1/2026) di Jemaat GPM Hatalai. Sidang Jemaat Tahun 2026 ini dinilai sebagai momentum penting karena akan menetapkan arah kebijakan dan tata gereja untuk lima tahun ke depan.
Arahan pembukaan disampaikan oleh Ketua Majelis Pekerja Klasis (MPK) GPM Pulau Ambon Timur, Pendeta Mevi Maulaty. Ia mengajak seluruh peserta sidang untuk mensyukuri penyertaan Tuhan dalam perjalanan pelayanan jemaat, sekaligus meneguhkan komitmen untuk terus berjalan bersama.
“Di tengah berbagai keterbatasan dan kelemahan, kita patut bersyukur karena kesehatian umat telah melahirkan karya-karya pelayanan yang bermakna,” ujar Pendeta Mevi.
Dalam arahannya, pimpinan klasis menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Majelis Jemaat, seluruh badan pelayanan kategorial, serta Tim Rencana Pengembangan Pelayanan Jemaat (RPPJ) yang telah bekerja keras. Melalui proses pelatihan, pendampingan, pembahasan di tingkat klasis hingga uji publik, tim berhasil menyusun dokumen RPPJ sebagai pijakan pengembangan pelayanan Jemaat GPM Hatalai ke depan.
“Kami bersyukur karena di persidangan yang bersejarah ini, kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil. Kiranya Allah, Kepala Gereja, memberkati seluruh jerih lelah dan pengabdian yang telah diberikan,” tambahnya.
Pendeta Mevi juga menegaskan bahwa Tahun 2026 menandai masuknya GPM ke dalam tema lima tahunan, “Anugerah Allah Memberkati dan Meneguhkan Gereja Satu Abad GPM”, dengan subtema pelayanan “Layanilah Umat dengan Tekun”. Tema ini menegaskan bahwa pertumbuhan Gereja Protestan Maluku merupakan bagian dari anugerah Allah, sebagaimana ditegaskan dalam 1 Petrus 5:10.
Dalam kerangka tersebut, gereja diharapkan serius menggumulkan berbagai isu strategis, seperti kepemimpinan dan penggembalaan, pendidikan, integrasi kebangsaan, serta penguatan kapasitas dan spiritualitas umat. Gereja juga dituntut untuk peka terhadap dinamika global, nasional, dan lokal, termasuk dampak bencana alam, konflik geopolitik, serta isu lingkungan hidup dan kebutuhan mendesak umat.
“Gereja dipanggil untuk menjadi relevan, bukan hanya untuk hari ini tetapi juga bagi masa depan, dengan menjadi teladan melalui sikap hidup, tutur kata, tindakan, dan gaya hidup yang terbuka serta merangkul sesama,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kecamatan Leitimur Selatan, Ivan Pattinama, dalam sambutannya berharap Sidang Jemaat ke-50 GPM Hatalai dapat memberikan dampak nyata bagi jemaat maupun masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat agar wilayah Leitimur Selatan terbebas dari berbagai kejadian negatif yang dapat mengancam situasi kamtibmas.
Pembukaan Sidang Jemaat diawali dengan ibadah yang dipimpin oleh Pendeta Jhon Soisa dengan pembacaan Alkitab dari Mazmur 147:1–20. Dalam khotbahnya, Pendeta Soisa menegaskan bahwa Tuhan adalah Allah yang berkuasa, penuh kasih, dan setia memelihara umat-Nya.
“Respons yang tepat dari umat adalah hidup dalam pujian, kerendahan hati, ketaatan, pengharapan, serta senantiasa bersyukur kepada Tuhan,” ungkapnya.
Sidang Jemaat GPM Hatalai Tahun 2026 mengusung tema “Anugerah Allah yang Melengkapi dan Meneguhkan Gereja Menuju Satu Abad GPM” (1 Petrus 5:10) dengan subtema “Layanilah Umat dengan Tekun Sesuai Kasih Allah”. (EVA)
Pemkot Ambon Dorong Penguatan Iman ASN Lewat Pengajian Isra Mi’raj Al-Madinah
AMBON (info-ambon.com)- Pemerintah Kota Ambon terus mendorong penguatan iman dan spiritualitas Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui pengajian bulanan Majelis Taklim...







Discussion about this post