AMBON (info-ambon.com)- Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terus memperluas akses air bersih bagi masyarakat. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, meresmikan tujuh titik keran air bersih di kawasan Diponegoro, Kelurahan Ahusen, Kecamatan Sirimau, Kamis (15/1/2026).
Peresmian tersebut merupakan bagian dari program prioritas Pemkot Ambon untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat, khususnya warga yang selama puluhan tahun belum menikmati layanan air bersih secara layak.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kota Ambon Mourits Tamaela, Sekretaris Dewan Alfian Lewenussa, Direktur Perumdam Tirta Yapono Pieter Saimima, para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bodewin menegaskan bahwa pembangunan jaringan air bersih bukan semata-mata program Perumdam Tirta Yapono, melainkan merupakan program utama Pemkot Ambon di bawah kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota saat ini.
“Program air bersih ini kami jadikan sebagai program prioritas karena kondisi riil di lapangan menunjukkan masih ada warga Kota Ambon yang selama puluhan tahun belum menikmati akses air bersih,” ujar Bodewin.
Ia menjelaskan, hampir satu tahun masa kepemimpinan, Pemkot Ambon telah membuka sejumlah titik jaringan air bersih di berbagai wilayah. Dengan diresmikannya tujuh titik keran air bersih di kawasan Diponegoro, diharapkan persoalan keterbatasan air bersih di Kota Ambon dapat terus berkurang.
“Kalau program ini terus berjalan konsisten selama lima tahun, kami optimistis seluruh masyarakat Kota Ambon bisa menikmati air bersih secara merata,” katanya.
Bodewin juga menyampaikan, jaringan air bersih yang dibangun akan dikelola oleh Perumdam Tirta Yapono dan direncanakan menjangkau ratusan kepala keluarga. Pemerintah, kata dia, bertugas menyiapkan infrastruktur, sementara masyarakat memiliki kewajiban untuk membayar retribusi sesuai dengan pemakaian.
“Kalau pakai sedikit, bayarnya sedikit. Kalau pakai banyak, bayarnya sesuai pemakaian. Ini kewajiban bersama agar layanan air bersih bisa terus berjalan,” ujarnya.
Menurut Bodewin, pemasangan jaringan air bersih cukup dilakukan sekali dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang. Karena itu, masyarakat diimbau segera mengurus sambungan rumah agar dapat menikmati layanan air bersih tersebut.
“Air bersih adalah kebutuhan dasar. Pemerintah hadir untuk memastikan tidak ada lagi warga yang kesulitan mendapatkan air bersih,” tegasnya. (EVA)








Discussion about this post