AMBON (info-ambon.com)-Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terus melakukan pembenahan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menyampaikan, salah satu langkah strategis yang tengah disiapkan adalah pembangunan Mall Pelayanan Publik (MPP) yang direncanakan mulai beroperasi dalam tahun 2026.
Mall Pelayanan Publik tersebut berlokasi di lantai 4 Ambon Plaza (Amplas), Kota Ambon. Kehadiran MPP ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses berbagai layanan pemerintahan secara terpadu, cepat, dan efisien dalam satu lokasi.
“Di bidang pelayanan publik, Pemkot menyiapkan MPP yang berlokasi di lantai 4 Ambon Plaza masih dalam tahap penyelesaian. Direncanakan mulai beroperasi pada tahun ini. MPP ini direncanakan akan mengintegrasikan sekitar 20 jenis layanan publik yang berbeda di satu lokasi untuk mempermudah akses masyarakat,” ujar Bodewin Wattimena kepada info-ambon.com di Ambon, Jumat (2/1/2026).
Menurut Bodewin, keberadaan MPP merupakan bagian dari komitmen Pemkot Ambon untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih modern dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan konsep pelayanan terpadu, masyarakat tidak lagi harus berpindah-pindah kantor untuk mengurus berbagai keperluan administrasi.
Selain fokus pada peningkatan pelayanan publik, Pemkot Ambon juga terus mengembangkan sektor ekonomi kreatif. Langkah ini sejalan dengan posisi Ambon yang telah ditetapkan sebagai bagian dari jaringan UNESCO Creative Cities Network dengan predikat Ambon City of Music.
Bodewin menjelaskan, pengembangan ekosistem ekonomi kreatif menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah. Sektor ini dinilai memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat identitas Ambon sebagai kota berbasis musik dan budaya.
“Pengembangan ekonomi kreatif terus kami dorong sebagai bagian dari Ambon City of Music. Ini bukan hanya soal seni dan budaya, tetapi juga bagaimana musik dan kreativitas bisa menjadi penggerak ekonomi,” katanya.
Pemkot Ambon, lanjut Bodewin, akan terus berupaya menciptakan ruang dan fasilitas yang mendukung pelaku ekonomi kreatif, termasuk musisi, seniman, serta pelaku usaha berbasis kreativitas lainnya. Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan sektor swasta dinilai menjadi kunci dalam membangun ekosistem yang berkelanjutan.
Dengan rencana pengoperasian MPP pada 2026 serta penguatan ekonomi kreatif, Pemkot Ambon berharap dapat mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing. (EVA)








Discussion about this post