AMBON (info-ambon.com)-Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyampaikan pidato akhir tahun pertamanya sejak dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025. Dalam momentum pergantian tahun menuju 1 Januari 2026, Lewerissa menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Maluku untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Pidato tersebut menjadi refleksi atas sekitar 10 bulan masa kepemimpinannya dalam mengawal visi Transformasi Menuju Maluku yang Maju, Adil, dan Sejahtera, sejalan dengan arah pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
“Momentum akhir tahun selalu menjadi ruang refleksi, evaluasi, dan tekad untuk melangkah lebih baik,” ujar Lewerissa dalam pidato akhir tahun 2025 di Ambon, Rabu (31/12/2025).
Di tengah berbagai tantangan daerah kepulauan, Lewerissa menyebut kondisi perekonomian Maluku berada dalam sentimen positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku, pertumbuhan ekonomi triwulan III tahun 2025 mencapai 4,31 persen, meningkat dibandingkan triwulan II yang berada di angka 3,39 persen.
Pemerintah Provinsi Maluku optimistis pertumbuhan ekonomi triwulan IV dapat menembus angka 5 persen.
Selain itu, tingkat kemiskinan Maluku menurun dari 15,78 persen pada September 2024 menjadi 15,38 persen pada Maret 2025. Inflasi tahunan Maluku pada November 2025 tercatat sebesar 2,33 persen year-on-year, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang berada di angka 2,72 persen.
“Pengendalian inflasi dicapai melalui sinergi Tim Pengendali Inflasi Daerah dalam menjaga ketersediaan dan distribusi bahan pokok,” kata Lewerissa.
Lai
Capaian lain yang disoroti adalah peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Maluku tahun 2025 menjadi 74,09 poin, naik 0,69 poin dari tahun sebelumnya. Dengan capaian tersebut, IPM Maluku kini masuk kategori tinggi.
Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, Lewerissa memastikan ketersediaan bahan pangan di seluruh kabupaten/kota dalam kondisi aman. Berdasarkan neraca pangan Pemerintah Provinsi Maluku, stok bahan pokok dipastikan mencukupi hingga tiga bulan ke depan.
“Masyarakat Maluku tidak perlu khawatir,” ujarnya.
Sepanjang 2025, Pemerintah Provinsi Maluku juga meraih berbagai apresiasi dari pemerintah pusat. Di antaranya peningkatan Indeks Reformasi Birokrasi sebesar 27,03 poin berdasarkan evaluasi tahun 2024.
Maluku juga meraih SPM Awards 2025 sebagai provinsi terbaik wilayah Maluku–Papua, predikat provinsi terbaik kedua wilayah Nusa Tenggara–Maluku–Papua pada TPID Awards 2025, serta Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2025 dengan nilai 92,10.
Capaian paling signifikan, menurut Lewerissa, adalah hasil penilaian Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention (MCSP) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tahun 2025 yang menempatkan Provinsi Maluku di zona hijau, setelah sebelumnya bertahun-tahun berada di zona merah.
“Ini menunjukkan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik Maluku telah berada pada jalur yang tepat,” katanya.
Di bidang keamanan, Lewerissa menyebut kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat sepanjang 2025 terpelihara dengan baik. Ia menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat.
Ia juga mengajak masyarakat Maluku untuk terus merawat kerukunan dan persaudaraan dalam semangat basudara dan nilai siwalima, meski berbeda agama, suku, dan latar belakang.
“Membangun Maluku tidak mungkin dilakukan oleh satu atau dua orang saja, tetapi harus dalam satu barisan kebersamaan,” ujar Lewerissa. (EVA)








Discussion about this post