SBB (info-ambon.com)-Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra) dari Kementerian Sosial Republik Indonesia yang disalurkan melalui PT Pos Indonesia diduga mengalami penyimpangan di Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku.
Dugaan tersebut mencuat setelah keluarga penerima bantuan atas nama Jakomina Rumahlatu mendatangi Kantor Pos Kairatu pada 16 Desember 2025 untuk menanyakan dana bantuan yang belum diterima. Namun, pihak Kantor Pos menyampaikan bahwa bantuan tersebut telah dicairkan.
Keluarga penerima mengaku terkejut karena undangan resmi pengambilan bantuan masih berada di tangan Jakomina Rumahlatu. Berdasarkan keterangan salah satu pegawai Kantor Pos Kairatu, dana tersebut disebut telah diambil oleh seseorang berinisial FH yang diketahui merupakan pegawai di Kantor Pos setempat.
“Undangan resmi masih di tangan orangtua saya, tetapi kami diberitahu bahwa uangnya sudah dicairkan,” kata Chev, anak dari penerima bantuan, Minggu (28/12/2025).
Chev juga mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan saat mempertanyakan persoalan tersebut. Ia menyebut seorang pegawai Kantor Pos yang diduga menjabat sebagai kepala kantor bersikap emosional dan melontarkan ancaman.
“Saya mendapat ancaman ketika mempertanyakan bantuan orangtua saya. Menurut warga setempat, yang bersangkutan adalah Kepala Kantor Pos Kairatu,” ujarnya.
Ia berharap aparat penegak hukum dapat menindaklanjuti dugaan penyimpangan tersebut secara serius karena berpotensi merugikan penerima bantuan lainnya.
“Kalau undangan masih ada, tapi uangnya sudah dicairkan pihak lain, ini harus diselidiki. Jangan sampai terjadi pada warga lain,” kata Chev.
Selain kasus tersebut, sejumlah warga lain juga mengaku datang ke Kantor Pos Kairatu dengan membawa undangan resmi dan kartu identitas, namun diberitahu bahwa dana BLTS Kesra mereka telah dikembalikan ke kas negara.
Hasil penelusuran juga menemukan adanya data penerima bantuan yang diduga tidak valid. Beberapa nama warga yang telah meninggal dunia puluhan tahun lalu masih tercatat sebagai penerima BLTS Kesra. Salah satu nama yang disebut adalah almarhum Marthen Lasatira.
Kasus serupa juga dilaporkan terjadi di Kantor Pos Kecamatan Baguala, Kota Ambon. Sejumlah warga mengaku tidak dapat mencairkan bantuan dengan alasan dana telah dikembalikan ke negara.
Kompas.com telah berupaya mengonfirmasi pihak PT Pos Indonesia. Manajemen Kantor Pos Ambon sempat menyampaikan akan mengagendakan pertemuan untuk memberikan klarifikasi. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari PT Pos Indonesia terkait dugaan penyimpangan tersebut. (EVA)








Discussion about this post