AMBON (info-ambon.com)- Dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Maluku menyelenggarakan event tahunan 5th Maluku Manggurebe pada 2–4 Oktober 2025 di Taman Pattimura, Kota Ambon.
Manggurebe Maluku mengusung tema “Sinergi dan Kolaborasi Membangun Kreativitas untuk Pertumbuhan Ekonomi Maluku yang Inklusif”, dan resmi dibuka pada Jumat (3/10/2025) oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky Perdana Gozali didampingi Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, Kepala KPw BI Maluku Muhamad Latif, dan Walikota Ambon, Bodewin Wattimena.
Dalam sambutannya, Ricky menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Maluku dan seluruh pemangku kepentingan atas kolaborasi yang terus terjalin dalam memperkuat peran UMKM, memperluas digitalisasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Acara ini merupakan bagian dari strategi Bank Indonesia dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan UMKM, industri kreatif, keuangan syariah, serta digitalisasi sistem pembayaran,” ujar Ricky
Ricky menyebut, berdasarkan rilis BPS, ekonomi Provinsi Maluku tumbuh sebesar 3,39 persen pada Triwulan II 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh sektor pertanian, perdagangan, dan konstruksi. Namun demikian, ia menyoroti perlunya peningkatan kinerja ekspor dan pengendalian inflasi, khususnya pada komoditas hortikultura.
Ia juga memaparkan bahwa Maluku memiliki potensi ekonomi yang sangat besar, mulai dari komoditas unggulan seperti pala, cengkeh, kelapa, hingga hasil laut yang berkualitas ekspor. Produk kreatif seperti tenun, serta kekayaan pariwisata bahari, juga menjadi kekuatan tersendiri bagi perekonomian Maluku.
Bank Indonesia, lanjut Ricky, juga terus mendorong digitalisasi transaksi, salah satunya melalui perluasan penggunaan QRIS. Hingga semester I 2025, tercatat sebanyak 97.000 merchant telah menggunakan QRIS di Maluku, dengan total pengguna mencapai 153.000 orang. Volume transaksi mencapai 3,2 juta, dengan nilai sebesar Rp661 miliar.
“Melalui perluasan QRIS dan kegiatan seperti QRIS Fest yang digelar 4 Oktober mendatang, kami berharap pelaku UMKM dan pariwisata semakin mudah dalam bertransaksi,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan konsistensi Bank Indonesia dalam mendukung penguatan perekonomian daerah melalui gelaran Maluku Manggurebe.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi ekonomi Maluku melalui sinergi lintas sektor, khususnya dalam mendukung UMKM, industri kreatif berbasis budaya lokal, keuangan syariah, serta transformasi digital.
“Dengan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perbankan, akademisi, komunitas kreatif, dan masyarakat, saya percaya Maluku bukan hanya mampu bertahan, tetapi juga unggul di tingkat nasional maupun global,” ujar Hendrik.
Ia menambahkan, potensi unggulan daerah harus dimaksimalkan, tidak hanya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga untuk menciptakan ekosistem yang berkelanjutan dan inklusif.
Selama tiga hari pelaksanaan, 5th Maluku Manggurebe menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari pameran produk UMKM, pertunjukan seni budaya, hingga edukasi sistem pembayaran digital bagi pelaku usaha.
Manggurebe Maluku diharapkan dapat memberikan manfaat nyata, baik dalam mempromosikan produk lokal unggulan Maluku, maupun memperkuat daya saing UMKM dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang terus berubah. (EVA)








Discussion about this post