Aliansi Kopra: Naikkan Harga Kopra

AMBON (info-ambon.com)-Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi mahasiswa Koalisi Perjuangan Rakyat (Kopra) Maluku melakukan aksi menuntut Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku dan Pemerintah Pusat agar harga Kopra di Maluku di naikkan. Aksi puluhan aktivis aliansi mahasiswa Kopra tersebut berlangsung di depan kantor Gubernur Maluku, Selasa (4/12/18).

Menurut Kopra, harga kopra dari tahun ke tahun semakin anjlok. Tahun 2017 harga kopra masih berada pada kisaran Rp.11.000/kg, sementara pada semester pertama 2018 mengalami penurunan hingga Rp.8000/kg di kalangan perusahaan. Bahkan pada semester terakhir 2018, harga itu semakin anjlok hingga Rp2000/kg.

Menurut mahasiswa, di Desa Wamsisil, Kabupaten Buru Selatan (Bursel) Provinsi Maluku, kopra saat ini hanya dihargai dengan Rp2000/kg. ‘’Hal ini sangat memprihatinkan, terkhusus bagi para masyarakat petani yang ada di Bursel dan Maluku secara umum,’’ kata Koordinator Lapangan, Sukiman Galela.

Ia mengatakan, yang tergabung dalam gerakan ini adalah sejumlah mahasiswa yang berasal dari keluarga petani kopra. Anjloknya harga Kopra di sejumlah daerah di maluku berpengaruh terhadap kondisi mahasiswa yang ada saat ini. Hal yang serupa juga menjadi masalah yang dikeluhkan oleh masyarakat petani kopra lainnya di Maluku.

“Gerakan ini dibangun guna menyampaikan beberapa tuntutan yang kiranya dapat menjadi perhatian serius bagi pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat,” ujar Sukiman.

Selain menuntut Pemprov Maluku desak pemerintah pusat agar harga Kopra di Maluku di naikkan, mereka juga meminta pemerintah provinsi Maluku membuat satu regulasi untuk menanggulangi anjloknya harga kopra.

Sementara itu, kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan provinsi Maluku, Elvis Pattiselano mengakui, secara nasional memang harga kopra sedang anjlok. Hal ini dikarenakan faktor eksternal. “Yang kami peroleh informasi dari pemerintah pusat, ada beberapa negara pesaing yang saat ini memproduksi kelapa itu tidak kalah dengan Indonesia, misalnya Malaysia dan Piliphina. Sehingga mempengaruhi anjloknya harga kopra di Indonesia,” jelasnya. (IA-EVA)

Post Author: Polly

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.